Ini Belasan Perusahaan Tambang di Sultra yang Berpotensi Digarap KPK – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Ini Belasan Perusahaan Tambang di Sultra yang Berpotensi Digarap KPK

Alat berat salah satu perusahaan tambang di Konut. Foto : Helmin/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dengan tersangka mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman. Sejauh ini penyidik lembaga anti rasuah tersebut sudah tiga kali melakukan penggeledahan di Sulawesi Tenggara. Pertama dirumah kediaman Aswad, kedua di kantor Bupati Konut dan ketiga di kantor PT Manunggal Surya Sarana Pratama (PT MSSP) yang beralamat di Jalan Ahmad Yani nomor 193 Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wuawua. PT MSSP merupakan satu dari sekian banyak perusahaan tambang yang pernah beroperasi di Konut. Perusahaan ini izinnya mendapat legitimasi dari Aswad Sulaiman saat menjabat sebagai bupati Konut. Makanya, KPK menggeledahnya untuk mendapatkan bukti tambahan.

Nah berdasarkan hasil penelusuran, ternyata bukan hanya PT MSSP yang izinnya diteken Aswad. Masih ada belasan perusahaan tambang juga melakukan hal serupa. Seperti CV Ana Konawe, CV Malibu, CV Yulan Pratama, PT Avry Raya, PT Hafar Indotech, PT Sriwijaya Raya, PT Andhikara Cipta Mulia, PT Karya Murni Sejati, PT James Armando Pundimad, PT Mughni Energi Bumi, PT Rizqi Cahaya Makmur, PT Wanagon Anoa Indonesia, PT Sangia Perkasa Raya dan PT Kembar Emas Sultra. Semua perusahaan itu ternyata berada di atas lahan PT Aneka tambang (Antam).

Peluang untuk menggarap belasan perusahaan tambang itu juga terbuka lebar. Sebab, KPK sudah memastikan akan terus mengembangkan kasus korupsi dan suap atas perizinan pertambangan nikel yang diduga merugikan negara sebesar Rp 2,7 triliun tersebut. Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menegaskan, pihaknya akan terus mendalami kasus ini dengan mengumpulkan bukti-bukti tambahan dugaan keterlibatan beberapa perusahaan tambang atau korporasi.

“Surat sprindik-nya sudah jelas, ada pasal turut serta disitu. Jadi, kami akan kembangkan ke mana dan siapa saja yang telah menimbulkan kerugian negara,” kata Saut Situmorang usai penetapan tersangka Aswad Sulaiman, Selasa lalu. Dengan begitu, masih ada kemungkinan akan ada tersangka lain dalam kasus tersebut. (KP)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top