Geledah PT MSSP di Kendari, KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Geledah PT MSSP di Kendari, KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

Penyidik KPK usai menggeledah Ruko salah satu pengusaha Konstruksi di Jl Ahmad Yani.

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari bukti tambahan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Aswad Sulaiman. Setelah melakukan pengeledahan di rumah pribadinya, Kamis (5/9), tim dari lembaga anti rasuah kembali mengeledah kantor PT Manunggal Surya Sarana Pratama (PT MSSP) yang beralamat di Jalan Ahmad Yani nomor 193 Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.

Penggeledahan yang dipimpin Rufriyanto Maulana Yusuf ini dimulai sekira pukul 10.00 Wita dan baru selesai pukul 17.12 Wita. Mereka di back petugas dari Kepolisian Daerah (Polda) Sultra. Adanya tim KPK yang melakukan penggeledahan di Kendari dibenarkan Kabag Publikasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa. “Memang benar, ada tim yang turun ke Kendari untuk lakukan penggeledahan pada kantor perusahaan tambang,” ujar Priharsa saat dihubungi, semalam (5/9).

Kata dia, dari lokasi penggeledahan, tim KPKmenyita sejumah barang bukti. “Ada sejumlah dokumen dan bukti-bukti elektronik,” katanya. Disinggung soal penelusuran KPK selanjutnya, Priharsa enggan berkomentar banyak. Hanya saja, dia tak menapik kalau kemungkinan masih akan ada penelusuran lanjutan kepada sejumlah perusahaan tambang. “Untuk tindakan penyidikan selanjutnya, saya tidak bisa mengatakannya. Itu adalah kewenangan penyidik,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Aswad dijerat dua kasus sekaligus. Dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi atas perizinan pertambangan nikel di Konut selama jadi bupati. Selain itu, juga menjadi tersangka suap delapan korporasi. Untuk kasus korupsi, diduga merugikan negara sebesar Rp 2,7 triliun. Sementara untuk kasus suap, diduga menerima uang Rp 13 miliar.

Sebagai tambahan, PT MSSP yang digeledah KPK merupakan perusahaan yang pernah bermasalah. Perusahaan tersebut pernah dilidik Polda Sultra pada April 2013 silam. Bahkan, sempat disegel dan dilarang beroperasi karena diduga melakukan pelanggaran hukum. Yakni diduga menerabas hutan produksi (HP). Namun belakangan, saat Aswad jadi bupati, melegitimasi IUP operasi produksi nomor 53 tahun 2012 yang dimiliki PT MSSP, sejak 16 Januari 2012.

Saat penggeledahan, Direktur Operasional PT MSSP bernama Ardi terlambat datang. Dia Baru muncul setelah tim KPK sudah menggeledah kantornya. Dia datang sendiri menggunakan kendaraan pribadinya. Tak ada komentar yang keluar, saat tim KPK keluarpun dia tak tampak keluar. Untuk diketahui tim KPK sebelumnya melakukan penggeledahan di kediaman pribadi Aswad yang terletak di Jalan Lumba-Lumba Kota Kendari, 2 Oktober.

Berdasarkan surat penerimaan penyitaan barang bukti yang diterima Aswad, KPK menyita 8 dokumen dalam penggeledahan tersebut. Dokumen itu diantaranya, 3 lembar foto copy surat keputusan Mendagri tentang pengangkatan Aswad Sulaiman sebagai PJ Bupati Konut, 21 Juni 2007, 1 Lembar foto copy surat pengucapan Sumpah dari Mendagri 21 Juni 2007, 3 lembar asli keputusan Bupati Konawe Nomor 54 Tahun 2008 tentang pengangkatan pejabat struktural di Pemerintahan Konawe pada 9 Juni 2008.

Selanjutnya, 3 lembar asli keputusan Mendagri tahun 2008 tentang perpanjangan masa jabatan Pj Konawe Utara 9 Desember 2008 dan 1 bundel foto copy stempel legalisir Bupati Konawe Utara Nomor 67 tahun 2007 tentang perpanjang batas usia Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan struktural eselon II tanggal 1 Januari 2007. (b/ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top