Disperindakop Pantau HET Beras, Tim Pengawas Segera Dibentuk – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Disperindakop Pantau HET Beras, Tim Pengawas Segera Dibentuk

Syam Alam, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kota Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah pusat telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras. Untuk mengantisipasi potensi permainan harga di level bawah oleh mafia beras, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari akan membentuk tim pengawas. Tugasnya untuk memantau dan melakukan kontrol terhadap pedagang beras yang memainkan harga yang tidak sesuai dengan HET. Bila terbukti oknum pedagang memainkan HET beras maka akan dikenakan sanksi.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari, Syam Alam mengatakan akan segera membentuk tim pengawas yang akan memantau HET beras dan oknum pedagang yang tidak mengikuti HET. Dimana sesuai dengan Permendag, HET beras untuk wilayah Sulawesi yaitu beras medium seharga Rp 9.450 per kilogram dan premium Rp 12.800 perkilogram. “Untuk pembentukan timnya masih menunggu koordinasi dengan pihak provinsi karena ini akan dilakukan pengawasan secara menyeluruh dan akan kami tindak lanjuti di Kota Kendari,” ujar Syam Alam, Kamis (5/10).

Syam Alam menegaskan pihaknya akan menindak tegas para pedagang yang tidak mau mengikuti HET beras sesuai Permendag dengan tujuan untuk menekan inflasi. Sanksinya adalah berupa sanksi administrasi hingga sanksi pidana bila para pedagang tidak mematuhi aturan yang berlaku. “Jadi kalau menjual beras tidak sesuai HET, kami sanksi administrasi dan pembinaan. Dan bila ditemukan pelanggaran lain seperti penimbunan beras akan diberikan sanksi pidana sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya.

Olehnya itu Dinas Perdagangan meminta agar pedagang beras untuk bekerja sama dengan patuh pada HET sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud. Karena dengan HET beras di direalisasikan dengan baik maka akan berdampak positif bagi ekonomi Sultra khususnya Kota Kendari. “Memang HET ini menuai banyak protes, tetapi ini sudah aturan pemerintah dan tentunya aturan tersebut dibuat dengan berbagai pemikiran,” tutupnya. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top