Waspada ! Pil PCC Merajalela, Polres Bombana Bekuk Dua Pengedar – Kendari Pos Online
Hukum & Kriminal

Waspada ! Pil PCC Merajalela, Polres Bombana Bekuk Dua Pengedar

KENDARIPOS.CO.ID — Peredaran obat terlarang jenis Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) kian merajalela di Sulawesi Tenggara (Sultra). Senin (2/10/2017) jajaran Polres Bombana berhasil membekuk dua tersangka pengedar obat tersebut. Mereka masing-masing SR (28) warga Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana, serta IR (25) warga Desa Sapuha Kecamatan Batunong Kabupten Kolaka Utara. “Kita melakukan razia di beberapa tempat kos di wilayah Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana. Kami temukan ada yang menyimpan PCC,” ujar Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan Syafruddin dalam konferensi pers Rabu (4/9) di Mako Polres Bombana.

Penelusuran, lanjutnya, dimulai ketika polisi memeriksa kamar kos IR di seputar Kelurahan Lampopala Kecamatan Rumbia. Saat kamar itu digeledah, polisi menemukan satu paket PCC berjumlah 10 butir yang siap edar. Berkat pengakuan IR, gabungan polisi yang terdiri dari Sat Res Narkoba, Sat Res Intelkam, dan Polsek Rumbia itu langsung bergerak menuju kamar SR selaku pemberi atau pemilik obat PCC tersebut.

“Jadi IR mendapat obat PCC dari SR. Dan IR merupakan salah satu pengedar. Dia membeli PCC dari SR seharga 40 ribu. Per satu paket (berisi 10 butir). Lalu dijual seharga 50 ribu kepada konsumen. Saat kami geledah kamar SR, kami tidak temukan obat PCC itu. Namun pengakuan SR, dia sudah mengedar sekitar 400 butir PCC itu, di wilayah Kabupaten Bombana,” jelasnya.

Akpol thun 2014 ini menuturkan pil PCC yang diedar di Bombana disuplay dari Kota Kendari. “Dari pengkuan SR, obat itu didapat dari rekannya di Kota Kendari. Diperjual belikan secara sembunyi sembunyi di wilayah Bombana. Mulai dari kos ke kos hingga ke gang-gang. Kebanyakan ditawarkan kepada anak remaja,” tandasnya.

Guna proses lanjut, polisi menahan kedua tersangka dengan barang bukti berupa satu bungkus pil PCC, dua unit handphone serta uang tunai senilai Rp 20 ribu. Tersangka dikenakan pasal 197 subsider 196 Undang-Undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau pasal 204 KUHP dengan kurungan maksimal 15 tahun penjara. (dar)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top