Warga Miskin di Buton Masih 12 Ribu Jiwa – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Buton

Warga Miskin di Buton Masih 12 Ribu Jiwa

KENDARIPOS.CO.ID — Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Buton masih mencapai 12.915 jiwa dari total penduduk 99.365 orang. Data itu diperoleh dari Badan Pusat Statistik Buton sesuai hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 2016 lalu. Parameter survei yang digunakan adalah standar makro dengan indikator konsumsi 2.100 kalori per hari untuk setiap jiwa. Dengan demikian, 13 persen penduduk penghasil aspal ini masih tergolong miskin berdasarkan parameter tersebut.

Kondisi tersebut dibenarkan La Ode Harisumba, Kepala BPS Buton. Ia menjelaskan, penduduk miskin tersebut rata-rata berprofesi sebagai petani dan nelayan. Meski begitu, angka kemiskinan di Buton cenderung menurun, jika dibandingkan data tahun 2014 yang jumlahnya mencapai 37 ribu jiwa. Menurutnya, perlu program masif yang dilakukan pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk mengurangi jumlah tersebut, setidaknya dalam bentuk program yang langsung pada pengentasan kemiskinan. Karena selama ini, hampir semua daerah hanya mengandalkan program pemerintah pusat untuk menekan masyarakat miskin.

“Mulai dari kartu Indonesia pintar, bantuan perikanan, perumahan swadaya itu kan dari program pusat punya. Daerah harus membuat program serupa yang sifatnya pemberdayaan,” jelasnya sambil memprediksi angka kemiskinan di Buton untuk tahun 2017 ini menurun. Ditemui terpisah, Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Buton, La Bakry mengatakan, Pemkab akan segera menyusun program unggulan untuk pengentasan kemiskinan. Hasil identifikasinya, mayoritas penduduk miskin di Buton didominasi masyarakat pesisir. Sehingga ia sudah dapat memetakan sasaran program dimaksud.

“Saya sudah rapat bersama Bappeda terkait pengentasan kemiskinan. Pemkab akan menyasar kawasan pantai dengan program pemberdayaan masyarakat pesisir,” jelasnya. Lebih rinci, jabar Plt. Bupati Buton itu, Pemkab sudah melakukan pendataan sasaran program, berupa bantuan sektor mata pencaharian maupun pembenahan kawasan tempat tinggal. “Misalnya di pesisir, kami akan intervensi dengan kapal bodi atau alat tangkap. Begitu pun dengan petani, hasil identifikasi kami di Buton semuanya petani lahan kering. Berarti yang mereka butuhkan bantuan bibit atau sebagainya,” paparnya.

Program tersebut sudah akan dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah. Ia menargetkan, angka kemiskinan di Buton dapat dikurangi satu persen setiap tahun. “Dalam lima tahun cukuplah kita tekan angka kemiskinan itu,” tandas La Bakry. (b/m1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top