Sukses Pimpin Kendari, Asrun Pamit, Minta Restu Maju di Pilgub Sultra – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Sukses Pimpin Kendari, Asrun Pamit, Minta Restu Maju di Pilgub Sultra

DR Asrun

KENDARIPOS.CO.ID — Ir Asrun telah menunjukkan prestasi gemilang selama 10 tahun menakhodai Kota Kendari. Sejumlah penghargaan individu maupun pemerintah kota (Pemkot) yang diraih, menjadi penegasan sekaligus bukti sahih, kalau dia memang seorang leader mumpuni. Sehingga cukup beralasan bagi masyarakat, memberinya kesempatan untuk memimpin daerah yang cakupannya lebih luas, yakni gubernur Sultra.

Keinginan untuk memperluas lahan pengabdian (jadi gubernur,red) secara gamblang disampaikan Wali Kota Kendari dua periode itu saat ekspose 10 tahun Asrun-Musadar di Grand Clarion Hotel Kendari, kemarin (4/9). “Saya pamit dan minta doa restu untuk menjadi Gubernur Sultra. Allhamdulillah, saya sudah bermanfaat untuk masyarakat Kota Kendari. Selanjutnya, saya ingin lebih bermanfaat lagi untuk masyarakat Sultra,” kata Asrun.

Bagi Asrun, membangun Sultra bukan lagi hal sulit. Sebab, Kota Kendari sebagai iconnya sudah ditata dengan baik, tinggal dipoles oleh wali kota selanjutnya, supaya lebih keren lagi. “Saya ingin memperluas lahan pengabdian. Berkarya lebih baik dan lebih banyak lagi untuk daerah dan masyarakat,” jelasnya.

Perjuangan Asrun membangun Kota Lulo memang tidak mudah. Banyak tantangan dihadapi, salah satunya keterbatasan anggaran. Namun melalui kerja cerdas dan visi membangun yang jelas, sehingga semua bisa tuntas. Makanya, saat memaparkan hasil karyanya, Asrun begitu bahagia. Dengan semangat membara, dia berbagi cerita dengan ketua RT, RW, lurah, camat dan masyarakat Kota Kendari di Grand Clarion Hotel Kendari tentang buah kerjanya selama 10 tahun di Kota Lulo ini. Didampingi Wawali Musadar Mappasomba, satu persatu dia menjelaskan tentang karyanya.

Dalam acara yang dikemas dalam bentuk expo 10 tahun Asrun-Musadar (HARUM) membangun, Wali Kota Kendari dua periode itu bercerita tentang betapa sulitnya tantangan dihadapi saat pertama kali menkhodai kota berpenduduk 200 ribu jiwa lebih ini. “Waktu pertama dilantik, saya bingung mau mulai dari mana. Tapi dengan kerja ikhlas bersama Pak Musadar, kami mulai pelan-pelan. Dan yang menjadi perhatian pertama adalah soal kebersihan kota. Karena kala itu, menurut Kementrian Lingkungan Hidup, Kota Kendari paling kotor,” ungkapnya.

Lanjut bapak Pembangunan Kota Kendari ini, ada 60 kota se Indonesia yang dinilai Kementerian Lingkungan Hidup, dan kala itu Kota Kendari mendapatkan peringkat 56. Itu artinya peringkat keempat dari terakhir dengan label paling kotor. Dengan peringkat tersebut, Kota Kendari mendapatkan predikat kota tak layak huni. Itu didukung pula dengan banyaknya kawasan kumuh di Kota Kendari. “Makanya, saya dan Pak Musadar langsung berpikir keras. Modal fokus, kerja ikhlas dan alhamdulillah saat ini Kendari telah memiliki sembilan piala Adipura, penghargaan untuk kota bersih” jelasnya yang disambut tepuk tangan.

Dia juga menceritaka soal PAD yang terus meningkat setiap tahunnya. Sehingga mampu bangun RSUD Kota Kendari, kantor DPRD Kota Kendari, Pelabuhan Bungkutoko, TPA Puuwatu, kawasan smart poin, jalan outer dan inter ring road serta pembangunan pasar. “Allhamdulillah, semua itu sudah bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Kendari,” ujarnya.

Alumni SMPN Wawotobi membuka rahasia kisah suksesnya membangun Kota Kendari yang kini menjadi perhatian nasional. Menurutnya, semua itu lahir dari sebuah pemikiran yang fokus pada sebuah masalah. Jadi menurutnya untuk berhasil dalam sebuah pekerjaan seseorang harus fokus dengan pekerjaan tersebut hingga selesai dan tidak memikirkan pekerjaan yang lain. “Satu hal yang saya miliki dan tidak dimiliki orang lain yaitu kerja fokus. Jadi saya betul-betul konsen dan saya terapkan untuk menjadi wali kota Kendari dan Allhamdulullah membuahkan hasil,” katanya.

Bukan hanya itu, dirinya juga membangun dilandasi niat ikhlas untuk kepentingan masyarakat. “Jadi betul-betul saya membangun untuk kepentingan rakyat. Coba lihat rujab, kondisinya masih seperti itu dari awal menjabat sampai sekarang. Kenapa tidak ada perubahan, karena saya pikir kepentingan masyarakat. Jadi saya bangun jembatan, pasar, rumah sakit dan jalan semua untuk kesejahteraan rakyat,” paparnya.

Diakhir pemaparannya, Asrun mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat saat dirinya menjadi Walikota Kendari selama 10 tahun. Sekaligus juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat bila selama masa kepemimpinannya ada hal yang tidak disukai. “Saya pamit dan meminta doa restu untuk menjadi Gubernur Sultra. Saya ingin memperluas lahan pengabdian,” imbuhnya. (b/kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top