Ribuan Produk Ilegal Dimusnahkan, Masyarakat Diminta Waspada – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Ribuan Produk Ilegal Dimusnahkan, Masyarakat Diminta Waspada

Upaya pengawasan atas peredaran obat-obatan, suplemen, kosmeteik dan makanan yang dilakukan BPOM Kendari, BNN Kota Kendari dan Dinas Kesehetan menemukan ribuan produk yang diduga ilegal. Sekprov Sultra, Lukman Abunawas (pakai jas) turut memusnahkan produk ilegal, Rabu (4/10). Foto : ELYN IPO / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Peredaran produk terlarang di Kota Kendari saat ini tengah marak. Temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) membuktikan jika daerah ini merupakan sasaran empuk bagi mafia produk ilegal. Sejak 2016 hingga September 2017 ini, terdapat 9324 item produk terlarang yang beredar luas di konsumen. Nilai jualnya pun mencengangkan yakni sekira Rp 1,4 miliar.

Produk-produk tersebut telah dimusnahkan pada Rabu (4/10) di halaman kantor BPOM Kendari. Kepala BPOM Kendari, Adillah Pababbari mengatakan produk yang dimusnahkan itu hasil temuan atas kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti dinas kesehatan dan BNN. Hal ini menjadi peringatan kepada semua pihak termasuk masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya. “Kami temukan ini di apotek, pasar tradisional dan swalayan yang tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sultra,” ujar Adillah, kemarin.

Sementara apotek yang menjual obat terlarang itu sudah dicabut izin operasionalnya dan ada pula yang dihentikan sementara kegiatannya. “Paling banyak ini di wilayah kota, seperti Kendari dan Baubau. Peredaran obat ilegal sangat banyak,” tambahnya. Wanita berhijab ini melanjutkan produk-produk itu yang ditemukan terdiri dari obat terlarang, kosmetik, makanan, hingga suplemen kesehatan. Rinciannya, obat sebanyak 1.435 item, kosmetik 6.535 item, obat tradisional 722 item, suplemen 11 item dan pangan 621 item.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr.Asrum Tombili membenarkan jika ada sejumlah apotek yang dihentikan kegiatannya atas rekomendasi BPOM Kendari. Pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk mempelajari apotek-apotek yang diduga bermasalah itu. “Untuk masalah ini kita harus melibatkan pemerintah daerah yakni melalui dinas kesehatan setempat,” jelas dr.Asrum Tombili.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra, Lukman Abunawas menengarai ada sutradara dibalik beredarnya obat-obat terlarang itu. “Ini ada upaya agar mengacaukan proses berjalannya pemerintahan dan menghancurkan generasi bangsa kita. Mereka itu adalah mafia karena ini bukan pekerjaan kecil mengedar barang-barang ilegal seperti ini,” ungkap Ketua KONI Sultra itu. Tapi paling tidak lanjut Lukman, apa yang dilakukan BPOM dan BNN serta kepolisian sampai saat ini perlu diapresiasi. Olehnya itu ia meminta masyarakat waspada dan menjadi konsumen cerdas atas produk yang dibelinya. Untuk diketahui pemusnahan itu dilakukan langsung oleh Sekprov Sultra, Lukman Abunawas, Wadir Reserse Narkoba Polda Sultra, AKBP La Ode Aries, Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr.Asrum Tombili, Kepala BNN Kota Kendari, Murniati dan sejumlah stakeholder terkait. (ely/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top