Perkara Pemerkosaan di Konut, Penyidik Diminta Lengkapi Berkas – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Perkara Pemerkosaan di Konut, Penyidik Diminta Lengkapi Berkas

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Jaksa penuntut umum ( JPU) Kejari Unahaa mengembalikan berkas perkara dugaan kasus pemerkosaan pada penyidik Polsek Asera, Konawe Utara. Pengembalian berkas itu dilakukan karena dianggap masih ada beberapa keterangan yang perlu dilengkapi oleh penyidik. “Ada petunjuk yang harus dilengkapi oleh penyidik atau P19. Ada kekurangan pemeriksaan makanya ada yang harus ditambahkan,”ujar Kapolsek Asera, Kompol Muh Basir, kepada Kendari Pos.

Beberapa petunjuk yang perlu dilengkapi oleh penyidik diantaranya keterangan saksi korban dan keterangan dokter. Keterangan itu untuk memperjelas apakah luka robek pada alat vital korban disebabkan oleh benda tumpul atau tidak. “Jaksa meminta memperjelas hasil visum dari dokter dan lukanya diperjelas apakah disebabkan benda tumpul atau benda tajam pada alat vital korban. Kemudian kejelasan jam (waktu) sobekan itu,”rinci pengganti Kompol Seni Pabesak itu.

Mantan Kasat Intel Polres Konawe itu menjelaskan dengan adanya petunjuk untuk melengkapi berkas perkara pemerkosaan itu, pihaknya sudah memerintahkan Kanitreskrim untuk secepatnya melengkapi sesuai petunjuk jaksa. “Kita upayakan minggu ini berkasnya rampung. Supaya secepatnya P21 sehingga tahap dua (pelimpahan) bisa dilakukan,”ujar Kompol Muh Basir.

Diberitakan sebelumnya, Kamis 10 Agustus 2017 sekira pukul 19.00 wita, Darwis bersama anaknya, Pj (korban pemerkosaan) berangkat dari rumah untuk menonton acara pertunjukan seni di lapangan sepakbola Kelurahan Asera. Ayah korban, Darwis menonton diatas panggung, sementara Pj menonton dibawah panggung. “Sekira pukul 23.00 wita setelah acara selesai ayah korban mencari anaknya, namun tidak ditemukan. Lantas, ayah korban langsung pulang ke rumah. Namun sang anak belum juga berada di rumah. Ayah korban pun bergegas mencari anaknya. Tiba-tiba, korban terlihat dari rumah salah seorang warga sambil menangis,” tutur Kompol Muh Basir. Setelah ditelusuri, Pj menangis karena telah dinodai, Anto dan Parman. Para pelaku melanggar pasal 285 KUHP dan UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. (min/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top