LPJK Sultra Cari Solusi Optimalisasi Aspal Buton – Kendari Pos Online
Metro Kendari

LPJK Sultra Cari Solusi Optimalisasi Aspal Buton

Salah satu jalan yang dkerja menggunakan aspal Buton

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Buton sudah terkenal sejak lama sebagai penghasil aspal. Dunia pun sudah mengakui Buton sebagai daerah yang kaya akan stok aspal terbesar. Bahkan, Tiongkok sudah menjadikan daerah kesultanan itu sebagai sumber bahan baku aspalnya. Namun, bagi Indonesia ataupun Sultra khususnya belum mampu memanfaatkan kekayaan alam itu secara optimal.

Hal itu dianggap ironi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sultra. Ketua LPJK Sultra, Buhardiman menegaskan potensi aspal Buton seharusnya menjadi penyangga kebutuhan jalan di Bumi Anoa ini. Namun faktanya, optimalisasi sumber daya alam itu sampai hari ini belum maksimal. Padahal soal harga dan biaya mobilisasinya seharusnya sudah unggul dibanding dengan aspal dari daerah lain. Olehnya itu kata dia, pihaknya menggelar semiloka pemanfaatan dan pengembangan aspal Buton bagi pembangunan infrastruktur Sultra.

“Kita kumpulkan semua stakeholder untuk menyamakan persepsi terkait implementasi perda Nomor 2 Tahun 2016 yang menegaskan soal pemanfaatan aspal Buton ini. Kenapa sih kita penghasil aspal tapi 50 persen jalan kita belum teraspal,” ujar Buhardiman dalam semiloka pemanfaatan dan pengembangan aspal Buton, Rabu (4/10/2017).

Menurutnya, dukungan pemerintah dalam hal regulasi khusus sudah cukup. Hanya saja dalam implementasinya belum terlalu maksimal. Sebab poin-poin di dalamnya belum mengatur detail soal pemanfaatan itu. “Kami akan usulkan supaya ada perubahan. Misalnya soal mekanisme pembayaran, itu harus terpisah mana aspal Buton dan mana aspal minyak, walaupun digunakan dalam satu lokasi kegiatan, supaya bisa diukur,” paparnya.

Bicara kualitas masih kata Kepala UPTD Laboratorium Jasa Konstruksi Sultra ini juga sudah melalui tahap penelitian. Hasilnya berada diatas kualitas aspal minyak. “Hanya saja kita perlu akui bahwa produsen belum tertib dalam menjaga kualitas ini,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra Lukman Abuawas tak menampik jika pemanfaatan aspal Buton belum maksimal. Katanya, berdasarkan data Balitbang Kementerian PU, aspal Buton potensinya mencapai cadangan deposit 662,9 juta ton. Jumlah itu setara dengan 170 juta ton bitumen aspal minyak. “Sementara itu, Indonesia diperkirakan butuh 1,5 ton pertahun. Itu artinya 100 tahun ke depan kita masih bisa hanya dengan mengandalkan aspal Buton saja,” ujar Lukman Abunawas.

Olehnya itu, mantan Bupati Konawe dua periode ini mengimbau kepada seluruh kabupaten kota di Sultra untuk mau memanfaatkan aspal Buton sesuai dengan amanat Peraturan Menteri PU Nomor 35 Tahun 2006 dan Perda Nomor 2 tahun 2016 soal instruksi penggunaan aspal Buton.
Dalam diskusi itu juga terungkap faktor lain penyebab belum optimalnya pemanfaatan aspal buton yakni keterbatasan SDM. Di Sultra kata dia baru 972 orang tenaga ahli konstruksi yang bersertifikat. Dari jumlah itu, baru 220 orang yang di bidang jalan. (ely/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top