Terminal Baruga Segera Diresmikan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Terminal Baruga Segera Diresmikan

LM SYUHADA RIDZKY / KENDARI POS
Terminal Baruga segera diresmikan Wali Kota Kendari, Asrun. Terminal bertipe A ini dibangun secara multiyears selama tiga tahun.

KENDARIPOS.CO.ID — Sebelum turun tahta, Wali Kota Kendari Asrun akan kembali meresmikan salah satu karyanya. Terminal Baruga direncanakan diresmikan Asrun, Jumat (6/10). Dinas Perhubungan Kota Kendari, kini tengah mempersiapkan peresmian Terminal Baruga.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari, Muh Ali Aksa menjelaskan pihaknya telah siap menggelar peresmian terminal yang disebut-sebut bertipe A. Beberapa titik yang belum diaspal sudah dituntaskan. Selanjutnya tinggal tahap fisining saja yaitu pembersihan terminal untuk digunakan dalam peresmian. “Kami masih punya waktu lowong untuk peresmiannya jadi kami terus menyempurnakan agar peresmian nanti berjalan dengan baik,” ujar Muh.Ali Aksa, Selasa (3/10).

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari itu juga menegaskan meski nanti telah diresmikan namun belum dapat digunakan karena masih akan dilakukan sosialisasi kepada para sopir angkot, dan pengosongan terminal yang berada dalam Pasar Baruga. “Pengosongan terminal dalam pasar menuai protes oleh para pedagang pasar, karena dengan kosongnya terminal tersebut maka pasar tersebut akan sepi pengunjung,” katanya.

Untuk mengatasi keluhan itu, Dishub Kota Kendari melakukan rekayas jalur kendaraan terminal baru. Jika semula tidak melewati Pasar Baruga maka kini setiap angkutan harus melintas di depan hingga samping Pasar Baruga. Hal itu semata-mata demi kepentingan masyarakat. Yang nantinya para penumpang terminal baruga bisa mampir di Pasar Baruga untuk berbelanja. “Dengan rekayasa tersebut tentunya tidak akan berimbas dengan kurangnya pengunjung Pasar Baruga meski terminal baru sudah difungsikan,” ungkap Muh.Ali Aksa.

Muh. Ali Aksa menyebutkan pembangunan Terminal Baruga itu menghabiskan dana APBD sekira Rp 29 miliar. Pembangunan dilakukan dengan kontrak multiyears sejak tahun 2014. “Namun anggaran Rp 29 miliar itu dipangkas Rp 3,5 miliar pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan yaitu pemangkasan dana alokasi umum (DAU) sebesar tiga sampai empat persen. Yang membuat pembangunan parkir yang luas harus diperkecil akibat pemotongan itu,” tutupnya. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top