Rita Widyasari Diperiksa KPK – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Rita Widyasari Diperiksa KPK

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari (RIW) dijadwalkan menjalani pemeriksaan Perdana dalam kapasitasnya sebagai tersangka hari ini, Rabu (4/10) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “RIW, Bupati Kutai Kartanegara kami periksa sebagai tersangka terkait suap pemberian izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kepala sawit di Desa Kupang Baru, Kec Muara Kaman kepada PT SGP,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (4/10).

Selain memeriksa Bupati, penyidik juga mengagendakan pemeriksaan pada terhadap Komisaris PT Media Bangun Bersama (PT MBB), Khairuddin (KHR). Dia diperiksa juga sebagai tersangka karena menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya. Diketahui, gratifikasi yang diterima KHR yakni uang sebesar USD 775 ribu atau setara Rp 6,975 miliar berkaitan dengan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama masa jabatannya.

“KHR, Komisaris PT Media Bangun Bangsa juga diperiksa sebagai tersangka menerima gratifikasi,” tukas Febri.‎

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rita Widyasari (RIW) sebagai tersangka. Politikus dari Partai Golkar itu, dianggap melakukan dugaan suap dan gratifikasi. Selain Rita, KPK juga menetapkan Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin (KHR) dan Hari Susanto Gun (HSG) selaku Direktur Utama PT SGP (Sawit Golden Prima). “KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan, dan ditetapkan tiga orang sebagai tersangka,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/9).

Pensiunan jenderal polisi ini mengatakan, HSG memberikan uang sebesar Rp 6 miliar kepada Rita terkait suap pemberian operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman kepada PT SGP. “Uang diduga diterima sekitar bulan Juli dan Agustus tahun 2010, dan diindikasikan ditujukan untuk memuluskan proses perizinan lokasi terhadap PT SGP,” sambung dia.

Tak hanya kasus penerimaan suap, Rita yang juga Ketua DPP Golkar Kaltim bersama Khairudin juga diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan Rita sebagai penyelenggara negara.

“Keduanya diduga bersama-sama menerima gratifikasi uang sebesar USD 775 ribu atau setara Rp 6,97 miliar terkait sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama jabatan tersangka,” kata Basaria. Atas perbuatannya, Rita dijerat pasal 12 huruf a atau 12 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001.

Lalu untuk HSG sebagai pemberi suap dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dalam UU Nomer 20 tahun 2001. Kemudian, dalam penerimaan gratifikasi, Rita dan Khairudin juga disangka melanggar pasal 12 huruf B UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.  (Fajar/JPC)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top