Posting Ujaran Kebencian, Warga Baubau Jadi Tersangka – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Posting Ujaran Kebencian, Warga Baubau Jadi Tersangka

KENDARIPOS.CO.ID — Masyarakat harus lebih bijak dan cerdas menggunakan media sosial (medsos) jika tak ingin bernasib sama dengan SM (28). Warga Kota Baubau itu tangkap polisi karena memosting ujaran kebencian di akun facebook miliknya Deni Denis. Di saat masyarakat heboh-hebohnya nonton bareng film G30S/PKI, SM justru memosting status di akunnya “hebohnya yang nonton G30 S PKI, eh kayanya semua orang baubau nih PKI semua” dan “orang baubau semua PKI”. Peristiwa tersebut terjadi ketika lelaki yang berprofesi sebagai wiraswasta itu menonton film G30S/PKI.

Sekitar pukul 01.30 wita, SM menulis status diakun facebook pribadinya yang memuat ujaran kebencian. Dia dibekuk polisi, Sabtu (30/9) dan ditetapkan tersangka pada Minggu (1/10). Karena terbukti melanggar Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. “Untuk kasus ujaran kebencian kita sudah lakukan pemeriksaan. Kita gunakan saksi ahli bahasa, Jamaludin dari Kota Kendari. Hasilnya, status yang ditulis SM pada akun facebooknya termasuk kategori ujaran kebencian yaitu isu SARA golongan tertentu. Atas dasar itu, SM kita tetapkan tersangka,” kata Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam di ruang kerjanya, kepada Kendari Pos.

SM dijerat pasal 45a ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). “Bahwa dengan sengaja dan tanpa hak, SM menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Ancaman pidana paling lama enam tahun penjara,” pungkas AKBP Daniel Widya Mucharam. Sementara itu, SM mengaku dua status tersebut ditulisnya ketika menonton film G30S/PKI. Dimana ia melihat banyak orang yang menonton. “Tulisan itu saya ketik sendiri di handphone. Tapi saya tidak tahu kalau dampaknya bisa seperti ini. Kalau saya tahu, pasti tidak akan saya lakukan,” sesal lelaki yang hanya tamat Sekolah Dasar (SD) itu. (ahi/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top