Oknum Pejabat di Konsel Bantah Rusak Aset BUMN – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Oknum Pejabat di Konsel Bantah Rusak Aset BUMN

Kantor PTPN yang dipolice line yang telah dirusak.

KENDARIPOS.CO.ID — Neti, oknum pejabat di Konsel membantah tudingan dugaan perusakan pos milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) yang dialamatkan kepadanya. Neti berang atas tudingan Sainuddin, oknum karyawan PTPN di Desa Lalobao Kecamatan Andoolo Konsel. “Saya memang marah-marah karena mereka tiba-tiba membangun pos di wilayah saya. Namun saya tidak melakukan apa yang mereka dituduhkan,” ujar Neti di Graha Pena Kendari Pos.

Selain itu, kata Neti ia berhak marah sebab dari ribuan hektare lahan PTPN IV, sekira 25 hektare merupakan peninggalan leluhur keluarga mereka, yang diwariskan secara turun temurun hingga sampai kepada dirinya. Dan sejak tahun 1996 wilayah tersebut aman hingga September 2017. “Sekitar September 2017, tiba tiba saya lihat ada bangunan semacam pos atau kantor yang mereka bangun. Mereka mengaku dari PTPN. Atas dasar itu saya tidak terima, dan memang sempat marah-marah, tapi tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji itu,” paparnya.

Seperti dilansir sebelumnya, Neti yang masih berseragam PNS, dituduh telah melakukan tindakan percobaan pembakaran dengan menyiramkan bensin di sekitar kantor namun saat itu tidak jadi membakarnya. Keesokan harinya tiang kantor pun di potong menggunakan chainsaw (baca:senso).

Polres Konsel melalui Kasatreskrim Polres Konsel, AKP Ketut Arya Wijanarka yang ditemui di kantornya mengatakan maish melakukan penyelidikan terhadap kasus pembakaran aset perusahan BUMN tersebut. Sejauh ini lima saksi telah diperiksa, satu diantaranya adalah kepala desa Lalobao, Paijo. “Jadi dalam hal ini ada dua kasus yang dilaporkan pihak PTPN IV, yakni percobaan perusakan dan pembakaran. Jadi kami buat dua laporan polisi. Dari keterangan saksi, sudah ada yang mengarah ke calon tersangka,” ujar AKP Ketut Arya Wijanarka, Senin (2/10).

AKP Arya menambahkan Kades Lalobao, Paijo menerangkan saat datang di lokasi memang ada oknum PNS tersebut yang mengamuk. “Namun dia (Paijo) tidak sebut nama. Yang jelas katanya dia oknum PNS di dinas koperasi,” tambahnya. Khusus untuk terlapor, kata AKP Arya sudah melayangkan panggilan, dan ia berharap baik saksi maupun terlapor bisa kooperatif supaya kasus ini bisa cepat selesai dan P21 (pelimpahan berkas). (ani/kam/c)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top