KPK Geledah Rumah Mantan Bupati Konut Selama 6 Jam – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

KPK Geledah Rumah Mantan Bupati Konut Selama 6 Jam

Petugas dengan rompi KPK saat melakukan penggeladahan dirumah Aswad Sulaiman mantan Bupati Konawe Utara.

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Aswad Sulaiman yang terletak di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu Kota Kendari, Senin (2/10). Tim anti rasuah tiba sekira pukul 10.30 Wita dan keluar sekira pukul 17.30 Wita. Tak ada yang tahu apa mereka lakukan di dalam rumah selama 6 jam penggeledahan.

Anak buah Agus Rahardjo ini tiba di lokasi, menumpang kendaraan roda empat jenis inova silver dengan nomor polisi DD 1219 MW. Mereka didampingi petugas dari Polda Sultra dan Polres Kendari. Sebelum masuk, mereka terlebih dahulu mengundang beberapa perwakilan masyarakat seperti Lurah Laloara dan beberapa tetangga sekitar untuk menyaksikan penggeledahan tersebut, tapi dari luar. Sementara tim KPK masuk rumah Aswad lewat pintu belakang.

Di luar rumah, tampak 6 unit mobil terparkir di garasi rumah dua lantai tersebut. Tiga polisi juga mondar mandir untuk melakukan penjagaan. Saat coba dikonfirmasi usai penggeledahan, lurah maupun masyarakat enggan memberi komentar. Tapi informasi soal kedatangan KPK di Kendari, tepatnya dikediaman Aswad Sulaiman dibenarkan Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Sunarto.

“Sebelum lakukan penggeledahan, KPK datang ke Polda dulu. Mereka minta di back up,” ungkap AKBP Sunarto, kepada Kendari Pos. Hanya saja sama halnya yang lain, pria murah senyum yang biasa disapa Narto ini juga tidak mengetahui tujuan penggeledahan tersebut. Spekulais bermunculan terkait penggeledahan tersebut. Ada yang menduga kasus tersebut ada kaitannya dengan izin pertambangan yang dikeluarkan selama Aswad menjadi Bupati Konut. Namun ada juga menilai masih lanjutan dugaan kasus korupsi pembangunan kantor Bupati Konut tahun 2011 yang merugikan keuangan negara sekirar Rp 2,3 miliar. Sempat jadi terdakwa, namun pengadilan memvonis bebas dirinya karena dianggap tidak bersalah dalam kasus itu.

Namun, kasus tidak berhenti disitu, karena jaksa penunutut umum (JPU) Kejati Sultra mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Hingga saat ini putusan kasasi belum turun. Namun spekulasi ini dibantah kuasa hukum Aswad, Razak Naba. Pria yang mendampngi Aswad dalam kasus tersebut mengaku sudah mengetahui kedatangan KPK. Hanya saja, tidak mengetahui substansi penggeledahan tersebut. “Pak Aswad sedang tidak ada di rumah. Kita tunggu saja, tentang apa sebenarnya penggeledahan itu,” kata Razak saat dihubungi, kemarin.

Kendari Pos sempat melakukan konfirmasi kepada pihak Kejati Sultra terkait penggeledahan itu. Apakah ada sangkut pautnya dengan kasus korupsi pembangunan kantor Bupati Konut yang saat ini sedang proses kasasi ke MA? Namun salah seorang jaksa yang enggan disebutkan namanya mengatakan tidak ada sama sekali. Kata dia, upaya hukum Kasasi belum turun dalam kasus Aswad. Dia menyebut kedatangan KPK, ada sangkut pautnya dengan kasus perizinan tambang di Konawe Utara.

“Bersangkutan (Aswad,red) sempat diperiksa di Kejati soal itu (kasus izin tambang,red), tapi sempat pula diperiksa di KPK. Bisa saja tindaklanjut kasus tersebut,” ungkapnya tanpa merinci lebih jauh soal kasus tersebut. Pantauan wartawan, sekira pukul 17.30 Wita, KPK keluar dari kediaman Aswad. Mereka diback up beberapa anggota polisi berpakaian lengkap dengan menggunakan empat kendaraan jenis Kijang Inova. Terlihat, sebelum keluar dari pagar rumah, tim mengangkut beberapa kopor hasil penggeledahan. Tidak ditahu pasti, apa yang ada dalam koper itu. Namun, seorang warga bernama Adi yang kebetulan diundang KPK untuk menyaksikan penggeledahan mengaku koper itu berisi dokumen. “Ada dua koper mereka bawa,” ujarnya. (b/ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top