Kementan Segera Bangun Pabrik Gula “Raksasa” di Bombana – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Kementan Segera Bangun Pabrik Gula “Raksasa” di Bombana

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah pusat terus bergerak massive menuntaskan target menuju swasembada pangan. Wilayah timur Indonesia kini disasar sebagai pendukung misi tersebut. Rencananya, Kabupaten Bombana menjadi sasaran Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai pilot project pembangunan pabrik gula “raksasa”. Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya swasembada pangan. Sebab, cara ini bisa mendukung kuatnya suatu bangsa. Hal ini dipahami betul Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Makanya, dia tidak pernah tinggal diam. Dia keliling Indonesia untuk mencari daerah yang berpotensi untuk dikembangkan dalam mendukung program swasembada pangan tersebut, khususnya swasembada gula.

Senin (2/10/2017), dia datang di Universitas Halu Oleo (UHO) untuk berbagi informasi tentang pentingnya swasembada pangan, khususnya gula. Menurut dia, sesuai arahan Presiden kalau tujuan ini tercapai, maka harus membangun 10 pabrik gula. Nah, untuk saat ini telah rampung 5 unit. “Pabrik di OKI (Ogan Komering Ilir) Sumatera Selatan sudah mulai menggiling bulan November lalu. Dompu (Nusa Tenggara Barat) sudah mulai menggiling juga. Selanjutnya Jawa Timur lalu Lampung,” ungkapnya di UHO.

Kabupaten Bombana menjadi tujuan, lanjut dia, karena dari sisi iklim pertanian sangat cocok untuk pengembangan pabrik gula nasional yang juga akan disupport oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia tegaskan, ini adalah program pemerintah maka harus dibangun dengan kapasitas besar (10 ribu ton per hari/ton cain day). Sekali lagi ia pastikan, pabrik gula di Bombana bakal jadi yang terbesar se Indonesia Timur. “Sebanyak 3 pabrik gula di Bone Takalar sebanding dengan 1 yang di Bombana ini. Kalau Kendari (Sultra) bisa menampung 2 pabrik, maka kita siapkan. Tapi kalau satu, ya cukup satu saja,” jelasnya.

Setelah itu, pihaknya bakal bergerak ke arah Papua atau Nusa Tenggara Timur dan lokasi-lokasi potensial lainnya untuk membangun benteng pertahanan pangan nasional tersebut. Atas nama pemerintah, ia harap agar investor benar-benar dijaga. Beberapa waktu lalu, ia dan jajaran berkunjung ke Vietnam. Sebanyak 10 investor hijrah ke sana akibat Indonesia yang kurang menerima investor asing dengan baik.
Adapun rencana luas lahan pabrik gula Bombana minimal 30 ribuan dengan daya serap tenaga kerja mencapai 10 ribu orang. Tenaga lokal diprioritaskan dan tenaga asing hanya untuk bidang keahlian khusus. Adapun nilai investasi untuk pembangunan pabrik gula mencapai Rp 4 triliun.

“Tolong dijaga, inilah yang ingin kami sampaikan ke kampus-kampus agar investor dijaga dan jangan sampai lepas,” pesannya. Menurut Amran, ada 2 faktor yang mampu mengangkat ekonomi suatu negeri yaitu investasi dan ekspor. Kalau hanya harapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, itu sangat terbatas. Jika di negara lain, izin masuk investor hanya 1 jam sebaliknya di Indonesia bisa sampai bertahun-tahun. “Inilah yang harus dibenahi,” imbuhnya. (b/feb).

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top