Gelandangan yang Menginspirasi, Oleh : Prof Dr Abdullah Alhadza MA – Kendari Pos Online
Space Iklan
Kolom

Gelandangan yang Menginspirasi, Oleh : Prof Dr Abdullah Alhadza MA

Abdullah Alhadza

KENDARIPOS.CO.ID — Belum lama ini, mantan Gubernur California Arnold Schwarsnegger, bergelandang tidur di kaki sebuah Patung Perunggu di depan sebuah hotel. Patung perunggu itu, tidak lain adalah patung dirinya yang juga sebagai ikon hotel yang ia resmikan sendiri ketika menjabat sebagai Gubernur California.

Arnold jadi gelandangan bukan karena tidak punya rumah untuk ditempati beristirahat. Bukan pula karena tidak punya duit untuk menyewa apartemen. Tidak. Dia pasti memiliki lebih daripada itu. Mantan Gubernur California itu sengaja bergelandang untuk membuktikan janji seorang pemilik hotel.

Ketika Arnold menjabat sebagai gubernur, saat dia meresmikan patung yang menjadi ikon hotel itu, owner hotel berjanji dalam sambutannya bahwa “Sejak hari ini dan sampai kapanpun setiap anda (Arnold Schwarsnegger) datang berkunjung di hotel ini maka akan selalu tersedia kamar buat anda” (tentu maksudnya gratis). Namun belum lama berselang, ketika ia datang kembali setelah tidak lagi menjadi gubernur, petugas hotel menolaknya dengan alasan bahwa semua kamar sedang terisi. Iapun memutuskan untuk tidur di bawah patung dirinya dengan menggunakan sleeping bag atau kantong tidur sambil memajang sepanduk yang bertuliskan “Jangan pernah percaya pada jabatanmu”.

Pesan yang ingin disampaikan adalah pada saat seorang sedang menduduki jabatan, begitu besar orang menghargainya dan siap mengumbar janji setia meski tak diminta, namun begitu jabatan berakhir orang pun akan begitu mudah berpaling dan melupakan janji-janjinya. Lebih jauh pesan itu bermakna bahwa jabatan itu hendaknya tidak menjadi tujuan, apalagi dijadikan sebagai suatu kesombongan.

Saat tidak lagi berkuasa, banyak orang yang ditimpa post syndrome, yaitu penyakit di mana seseorang senatiasa terobsesi dengan kebesaran masa lalunya. Mereka tidak siap menerima kenyataan, tidak sadar kalau waktu sudah berlalu dan masa telah berubah. Orang yang terjangkiti penyakit semacam ini susah disembuhkan karena hanya dia sendirilah yang bisa mengobati dirinya. Sementara obatnya juga tidak tersedia di toko-toko obat, tetapi justeru tersedia pada dirinya yaitu dalam hati dan di dalam fikirannya.

Obat itu tidak lain adalah kesyukuran dan kesabaran. Syukurilah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati karena tidak banyak orang seberuntung dengan kita. Bersabarlah agar tak menuai kekecewaan, karena cuma dengan itu setiap orang siap menghadapi hari esok yang tak mungkin bisa diramal. Bukankah di saat lahir kedua tangan kita kosong dan ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong. Kita datang dan kelak pergi meninggalkan dunia tidak membawa apa apa. Karena itu, siapapun kita janganlah sombong karena kaya dan berpangkat, tak perlu pula minder lantaran miskin tak berharta. Di dunia ini kita cuma tamu dan semua milik kita hanyalah titipan, tetaplah rendah hati seberapapun tingginya kedudukan dan besarnya kekuasaan yang kita miliki.

Hiduplah di sini dan sekarang, di dunia nyata dan dalam situasi yang nyata. Jangan tersandera bayang-bayang masa lalu yang telah pergi. Tak usah pula dicemaskan angan-angan masa datang yang belum tiba. Pemenang kehidupan adalah mereka yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang selalu manis di tempat yang sangat pahit, serta tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar. Bahkan tetap tenang di tengah badai yang teramat dahsyat sekalipun. (*)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top