DPRD Konut Desak Audit Bantuan Perumahan PU-Pera ! – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Konawe Utara

DPRD Konut Desak Audit Bantuan Perumahan PU-Pera !

KENDARIPOS.CO.ID — Bantuan yang dikucurkan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) di Kabupaten Konawe Utara (Konut) harus diaudit. Desakan tersebut dilontarkan anggota DPRD Konut, Safrin. Alasannya, material pembuatan perumahan bagi warga tidak mampu justru merugikan penerima bantuan.

“Saya meminta secara kelembagaan agar bantuan perumahan dari PU-Pera untuk diaudit BPK. Bahan bakunya itu kurang bagus, kualitasnya jelek,” kritik Safrin, Senin (2/10). Selain itu, dana bantuan perumahan berdasarkan petunjuk pelaksanaan (Juklak), harusnya ditransfer ke rekening warga sebagai penerima. Bukan dengan cara membeli bahan baku dengan kualitas tak standar.

“Dananya itu bervariasi ada rehabilitasi ringan Rp 7,5 juta, rehab sedang Rp 15 juta dan berat Rp 30 juta. Kalau di Konut rata-rata mintanya rehabilitasi sedang, berarti Rp 15 juta. Pejabat pembuat komitmen (PPK) tugasnya melakukan pengawasan terhadap progres bangunan. Masyarakat yang harus beli sendiri bahan. Tapi kalau saya lihat, proyek ini dibisniskan. Kalau seperti ini, sudah salah Juklaknya di lapangan,” sorotnya lagi.

Sekretaris Komisi II DPRD Konut itu menilai, dari bantuan perumahan dari rehab sedang itu, anggaran yang dihabiskan hanya sekitar Rp 9 juta dengan melihat kualitas material yang digunakan saat ini. Artinya, ada keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 6 juta perunit rumah.

“Makanya saya minta agar bantuan perumahan ini diaudit. Kasihan masyarakat,” sambungnya. Dikonfirmasi terpisah beberapa waktu lalu, PPK Kementerian PU-Pera, Baso Amrin yang dihubungi mengaku merasa disudutkan dengan kritikan anggota DPRD Konut. “Dewan harusnya konfrontir sama saya sebelum pemberitaan. Atas nama PU-Pera ini, bukan Baso Amrin. Saya akan masuk ke lokasi, kita ini membantu masyarakat. Kalaupun pelaksanaannya di sana terdapat kejanggalan kita suruh perbaiki,” tantangnya saat dihubungi.

Ia juga menjelaskan, bantuan perumahan di Konut bukan tersebar pada 13 kecamatan. Melainkan tiap kecamatan mendapat jatah lima desa. “Ini yang saya tidak terima. Kalau masyarakat di sana tidak mendukung dan lain sebagainya bisa jadi tahun depan saya tidak kasih masuk lagi. Untuk unitnya kita belum pastikan, apakah saya tambah atau tidak. Jadi saya lihat dulu sejauh mana partisipasi masyarakat dan antusias pemerintah,” ancamnya. (b/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top