Area Bandara dan Pelabuhan Konkep Masuk RTRW – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Konawe Kepulauan

Area Bandara dan Pelabuhan Konkep Masuk RTRW

Abdul Halim

KENDARIPOS.CO.ID — Rancangan tata ruang wilayah (RTRW) yang digagas Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), H. Amrullah memperlihatkan semangat mengubah kawasan kumuh di daerah itu. Dalam konsepnya, Amrullah juga tak memberi ruang sedikitpun bagi perusahaan tambang untuk beroperasi di daerah itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Konkep, Abdul Halim mengatakan, RTRW 2016-2031 sudah diparipurnakan dan disetujui pihak DPRD, pekan lalu. “Saat ini kami tinggal konsultasikan ke pemerintah provinsi dan selanjutnya dibawa ke kementerian,” kata Abdul Halim saat ditemui, Senin (2/10).

Ia menjelaskan, dalam RTRW itu, meliputi kawasan pertanian, pariwisata, pusat kegiatan lokal promosi dan pusat kegiatan lokal (PKL). Penataan kawasan kumuh di Pulau Wawonii saat ini sudah terlihat. “Salah satunya pembangunan jalur By Pass. Kalau wisata Kanopi kami masih gagas. Yang jelas RTRW ini tidak ada ruang untuk tambang,” ulangnya, menegaskan.

Mantan Kepala Bappeda Wakatobi itu menjelaskan, kawasan konservasi ada pada empat kecamatan, mulai dari Wawonii Timur Laut, Barat, Utara dan Wawonii Tenggara. “Kawasan perdagangan dari arah Langara sampai Pasir Putih. Ini baru gambaran umum RTRW, nanti tahun depan baru dibuatkan master plan,” jelas Halim.

Dalam konsep tata ruang itu, pemerintah juga menggagas pembangunan bandar udara (Bandara) dan pelabuhan nusantara di Sawaea, Wawonii Selatan. Dengan misi tersebut, Wawonii akan diwujudkan sebagai pulau ramah lingkungan, sejahtera, melalui pengembangan kegiatan ekonomi berbasis agrobahari dan pariwisata berwawasan lingkungan.

Ia mengklaim, dari 5 daerah otonomi baru yang ada di Bumi Anoa ini, baru Konkep satu-satunya yang sudah menetapkan RTRW menjadi peraturan daerah. “Kami sudah 12 kali konsultasi RTRW ini di kementerian. Saat itu data 2014 masih ada desa yang ada di Kecamatan Wawonii Selatan, masuk di wilayah Wawonii Tengah,” terangnya. (c/san)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top