Tiga Kali Tertunda, APBD-P 2017 Konkep Ditetapkan – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Konawe Kepulauan

Tiga Kali Tertunda, APBD-P 2017 Konkep Ditetapkan

MURSALIN/KENDARI POS
Bupati Konkep, H. Amrullah saat menandatangani penetapan APBD-P 2017 di Kota Kendari. Tampak Wabup Konkep, Andi Muhamad Lutfi (kiri) dan Wakil Ketua DPRD, Jaswan (kanan).

KENDARIPOS.CO.ID — Sempat terjadi deadlock, draf anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2017 Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) akhirnya ditetapkan juga. Paripurna penetapan APBD-P 2017 tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD, Jaswan, didampingi Ketua Komisi I, Imanuddin. Ketua DPRD Konkep, Musdar bersama unsur pimpinan lainnya, Abdul Rachman, tak hadir.

Meski begitu, rapat paripurna yang berlangsung pada sebuah hotel di Kota Kendari tersebut tetap kuorum. Sebelumnya, dalam pembacaan pandangan akhir fraksi, tidak semua menyetujui APBD-P 20017. Misalnya fraksi PKS, dalam pandangannya menyebut, ada jumlah utang konstruksi dalam pengerjaan atau retensi yang tiba-tiba muncul sebesar Rp 38 miliar dan menjadi utang daerah. Sayangnya, tidak diketahui berasal dari instansi mana.

Namun setelah disetujui, Bupati Konkep, H. Amrullah mengapresiasi kerja DPRD Konkep yang sudah menetapkan APBD-P 2017 ini menjadi peraturan daerah (Perda). “Semoga bisa membawa perubahan pembangunan yang signifikan di Pulau Wawonii,” ungkap Amrullah saat paripurna berlangsung. Kata Konkep-1, tarik ulur penetapan APBD-P yang mengalami tiga kali penundaan, merupakan dinamika biasa.

Di dalamnya ada penjelasan pemerintah pada legislatif agar semua program yang berjalan dapat dipahami dengan baik. Tapi ini tidak ada masalah. Hanya waktu yang jadi molor sedikit, tetapi semua terselesaikan dengan baik setelah kita lakukan komunikasi dan memberikan penjelasan-penjelasan terkait program yang kita rencanakan,” jelas Amrullah.

Dia juga mengungkapkan, tahun 2016 lalu, daerah yang dipimpinnya itu mengalami defisit anggaran. Dana alokasi khusus (DAK) yang tidak tertransfer dari pemerintah pusat mencapai Rp 54 miliar. Tetapi defisit tersebut cepat dilaporkan. “Konkep adalah salah satu daerah yang kemudian mendapat transfer 100 persen dari pusat tahun ini. Sehingga Konkep tidak lagi mengalami defisit anggaran. Kami khawatir saat itu jika DAK tidak tertransfer tahun ini,” ungkapnya. Utang daerah tahun lalu kata dia, sebagian sudah ditutupi menggunakan dana alokasi umum. (c/san)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top