Bupati Kolut Bagikan SK CPNS 128 Bidan PTT – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Kolaka Utara

Bupati Kolut Bagikan SK CPNS 128 Bidan PTT

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
Bupati Kolut, Nur Rahman Umar (kiri) mendatangi satu persatu para CPNS untuk menyerahkan langsung SK pengangkatan mereka.

KENDARIPOS.CO.ID — Seluruh pegawai tidak tetap (PTT) yang belum menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) 80 persen akhirnya diundang pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut). Serah terima SK tersebut dilakukan di rumah jabatan (Rujab) Bupati, Sabtu (30/9).

Bupati Kolut, Nur Rahman Umar menyerahkan langsung SK itu pada para aparaturnya satu persatu dengan berkeliling. Para pamong daerah itu diminta tetap duduk di kursi masing-masing. Total pegawai yang mengantongi SK terdiri dari 128 bidan, dua dokter, termasuk enam orang penyuluh pertanian.

Spontan, SK yang diterima langsung para aparatur tersebut disambut bahagia. Apalagi, diserahkan langsung bupati yang mendatangi mereka. Nur Rahman menjelaskan, cara membagikan langsung SK dengan mendatangi CPNS di tempat duduk masing-masing, karena iapun merasa sebagai abdi masyarakat yang harus melayani.

“Begitu juga para bidan, dokter dan penyuluh pertanian yang sudah diangkat menjadi pegawain. Bahwa dalam mengabdi tidaklah menunggu di tempat, namun lebih proaktif mendatangi masyarakat,” jelas Kolut-1 itu. Nur Rahman menegaskan, semua organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah kendalinya bersama Wakil Bupati, H. Abbas harus memberikan pelayanan prima. Pola pikir mau dilayani dan bukan melayani harus diubah serta segera ditinggalkan.

“Semoga mengabdi dengan tulus dan menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat,” imbau bupati ramah itu. Nur Rahman menjelaskan, dalam akumulasi waktu kerja, PNS harus memenuhi minimal 24 jam sepekan. Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara harus ditaati. “Apabila tidak masuk kerja tanpa alasan jelas, pembina kepegawaian berhak mempertimbangkan dan melakukan pemecatan,” wejangnya. (b/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top