Satu Jemaah Haji Buton Tertinggal di Madinah – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Buton

Satu Jemaah Haji Buton Tertinggal di Madinah

ASTY NOVALISTA-LAODE ALFIN/KENDARI POS
Jamaah haji asal Buton yang mendapat sambutan dari pemerintah setempat serta sanak keluarga, kamis(28/9)

KENDARIPOS.CO.ID — Jamaah haji asal Buton Utara (Butur) sudah tiba di kampung halaman. Kepulangan tamu Allah usai menunaikan rukun Islam kelima itu disambut langsung Sekretaris Kabupaten (Sekab) Butur, La Ode Siam di Masjid Ataufik Kulisusu, Kamis (28/9). “Semoga predikat haji telah  disandang sembilan warga Butur menjadi berkah dan ketakwaan pada Allah SWT semakin meningkat.  Lebih berhati-hati dalam bersikap, karena predikat itu akan dijadikan barometer dan ukuran serta panutan keluarga hingga masyarakat,” ujar La Ode Siam. Mantan Kepala Badan Keuangan Daerah itu mengimbau, para jamaah haji bisa mendukung penuh program pemerintah mewujudkan Butur yang religius. Bisa mengajak  warga gemar beribadah.

Sementara itu, 20 jamaah haji asal Buton juga sudah kembali ke kampung halaman masing-masing. Mereka disambut haru sanak keluarga di aula kantor Bupati Buton, kamis(28/9). Raut bahagia terpancar dari wajah para tamu Allah itu usai tunai berhaji selama 40 hari di tanah suci. Hanya saja, tidak semua keluarga jamaah kini tuntas melepas rindu. Cerita berbeda dialami Wa Rukiah, jamaah haji yang harus meninggalkan suaminya terbaring sakit di Madinah.

La Haruna harus menjalani perawatan medis akibat stroke yang dialami. Jamaah haji asal Pasarwajo itu belum diizinkan pulang bersama istri dan rombongan karena kondisi fisiknya yang tak layak mengikuti penerbangan berjam-jam. “Saya sebenarnya tidak tega meninggalkan di sana. Mudah-mudahan suami saya segera sehat dan pulang secepatnya,” ujar sang istri, Hj. Rukiah.

Mengenai kondisi terkini La Haruna, juga dijelaskan Mukhtar, Kepala Kantor Agama Buton. Katanya, sesuai keterangan dokter, jika kondisinya stabil, La Haruna sudah bisa kembali ke Buton pada 5 Oktober mendatang. “Komunikasi terakhir dengan tim dokter, dia sudah baikan. Semoga saja minggu depan sudah balik,” urainya.

Dilanjutkannya, usai berhaji, dirinya meminta agar jamaah dapat berperan aktif di masyarakat utamanya dalam kegiatan keagamaan. Sebabnya, gelar haji harus dapat membawa keberkahan bagi lingkungan tempat tinggal, terkhusus bagi keluarga terdekat. Saat ini, sambungnya, kuota haji untuk Buton terbilang sedikit. Itu disebabkan karena distribusi jamaah masih disebar pada dua kabupaten eks wilayah Buton. Kedepan, ia berharap kuota semakin bertambah. “Sekarang masih terbagi, Buton, Busel dan Buteng. Ke depan nanti kami usul penambahan di Kemenag provinsi,” paparnya.

Plh. Sekretaris Kabupaten Buton, Makmur meminta agar jamaah haji dapat menghidupkan nilai spiritual masyarakat. Peran para haji harus lebih aktif menghidupkan kegiatan keagamaan. “Kita berdoa, semoga yang segera dimampukan menyusul naik haji. Supaya bisa jadi teladan di masyarakat juga,” harapnya. (b/m1/thy/had)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top