PAD Buton Menuju Target, Investasi Meningkat – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Buton

PAD Buton Menuju Target, Investasi Meningkat

KENDARIPOS.CO.ID — Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Buton masih minim. Pada tahun 2017 ini hanya ditargetkan mencapai Rp 19 miliar. Meski demikian, hingga pembukuan bulan Agustus, tren realisasinya cukup positif. Sudah sampai angka Rp 12,053 miliar atau 63 persen. Beberapa rincian PAD tersebut diantaranya, pajak penerangan jalan (PPJ-PLN) sebagai penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp 1,127 miliar. Sementara untuk sektor parkir Rp 288 juta. Ada pula perolehan dari retribusi yang dipungut instansi lain melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton sebesar Rp 964 juta. Sementara pemasukan terendah disumbang retribusi tambang galian C yang kontribusinya hanya mencapai Rp 13 juta. Termasuk pajak bumi dan bangunan Rp 0.

Pencapaian tersebut tidak lebih baik dari tahun sebelumnya. 2016 lalu, per Agustus, Pemkab sudah membukukan pendapatan sebesar Rp 13 miliar, selisih Rp 1 miliar dibanding tahun ini. Hanya saja, dari sisi target, 2017 lebih banyak Rp 1miliar dibanding 2016 lalu sebanyak Rp 18 miliar.

“Meskipun kecil, kami tetap optimis tahun ini PAD Buton bisa melampaui target. Itu berkaca pada capaian hingga Agustus ini yang terbilang baik, ” ujar Awaludin, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Buton, rabu(27/9). Di sektor lain, investasi yang masuk pada wilayah penghasil aspal ini terbilang meningkat signifikan. Dari data per Agustus, modal masuk sudah mencapai Rp 33,850 miliar. Nilai itu lebih banyak dibanding capaian tahun 2016, sebesar Rp 24,845 miliar. “Tahun ini cukup besar karena ada dua investor tambang aspal yang masuk dengan nilai modal Rp 20 miliar dan Rp 6 miliar. Selain itu 2017 ini juga banyak proyek fisik yang dikerjakan,” timpal Wa Ode Isra, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Izin Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Buton.

Bukan saja nilai investasi yang meningkat, sumbangan pada sektor PAD juga bertambah. Jika tahun 2016, DPM-PTSP hanya menyetor Rp 365.262.500 juta selama setahun, pada tahun ini, baru per Agustus saja, sudah Rp 535.894.500 juta masuk kas sebagai PAD.

“PAD itu dari pungutan pada izin gangguan usaha (HO). Sementara kalau izin jasa seperti rumah makan maupun perhotelan nilainya masih minim,” tutup Wa Ode Isra. (b/m1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top