Peran Disperindag Konsel Dipertanyakan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe Selatan

Peran Disperindag Konsel Dipertanyakan

KAMALUDDIN/KENDARI POS
Sasana pembahasan rencana kerja anggaran Disperindag Konsel, kemarin. DPRD menyoroti kinerja instansi itu yang tak maksimal mengumpulkan PAD.

KENDARIPOS.CO.ID — Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dipertanyakan. Khususnya dalam pengelolaan dan pemungutan retribusi pada sejumlah pasar di daerah itu. Sebab hingga saat ini realisasi retribusi pasar yang seharusnya bisa mendongrak pendapatan asli daerah (PAD), justru tak sesuai harapan.

Realisasi dari Januari hingga September 2017, jumlah PAD pasar hanya berkisar Rp 92 juta. Padahal dalam rencana kerja dinas tersebut ditarget hingga Rp 300 juta. Data itu terungkap dalam rapat pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P), selasa(26/9).

Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo yang memimpin rapat tersebut turut mempertanyakan kondisi tersebut. Iapun pesimis melihat presentasi realisasi yang ditargetkan pihak Disperindag. “Bagaimana mungkin bisa terjadi sementara pasar di Konsel ini banyak. Contohnya seperti Pasar Mowila itu banyak potensi sumber PAD. Tiap hari pasar sangat ramai pengunjung,” sorotnya.

Legislator asal Partai Golkar tersebut mengaku pesimis jika Disperindag mampu memenuhi target. “Harus dapat dimaksimalkan. Termasuk pasar-pasar yang saat ini tidak difungsikan, padahal pembangunannya menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah,” sindir Irham Kalenggo.

Sorotan lain datang dari anggota DPRD, H. Bahasmi yang berdomisili di wilayah Tinanggea. Ia menilai pasar Ngapaaha saat ini mubazir. “Harusnya itu juga difungsikan. Karena di sana sudah lengkap, ada terminalnya dan diaspal. Jadi harus ada aksi nyata dari dinas terkait,” sambungnya.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Perindag Konsel, Hj. Siti Hadijah mengakui capaian PAD yang masih minim tersebut. Namun ia beragumen, semua karena terkendala di unit pelaksana teknis dinas (UPTD). “Karena mereka yang bertanggungjawab secara teknis. Setelah saya konfirmasi, alasannya karena baru ada rekomendasi terkait pemungutan itu. Walaupun sebelumnya mereka lakukan penagihan retribusi pasar, namun belum maksimal. Jadi memang baru 40 persen,” alasannya.

Dari 77 lokasi perkulakan yang ada di Konsel, ada beberapa pasar yang sudah ramai pengunjung namun belum dibebankan pungutan retribusi. “Ke depan, kami upayakan agar ini dimaksimalkan dan bisa mencapai target yang diharapkan,” janjinya. Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Konsel, H. Sjarif Sajang menilai pengelolaan pasar saat ini memang perlu dimaksimalkan. Termasuk masalah regulasi pengelolaan serta status beberapa pasar yang belum jelas.

“Misalnya seperti Pasar Tinanggea di Ngapaaha harus diperjelas statusnya. Apakah pasar desa atau kabupaten karena itu belum ada. Termasuk kepala UPTD di Disperidag yang belum dilantik. Kami masih berkonsultasi ke bupati, karena belum ada Perda mengenai hal itu,” belanya. (b/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top