Bantuan UMKM Bersinar di Wakatobi Prioritaskan Penenun – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Wakatobi

Bantuan UMKM Bersinar di Wakatobi Prioritaskan Penenun

ASTY NOVALISTA/KENDARI POS
Sekab Wakatobi, Muh Ilyas Abibu (kanan) saat memantau aktivitas pada rumah tenun di Desa Liya Togo, senin(25/9).

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah kabupaten (Pemkab) memberikan perhatian serius bagi perkembangan usaha industri kreatif. Melalui program usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Bersinar, pemerintah meluncurkan rumah tenun binaan di Desa Liya, Senin (25/9). Tujuannya untuk melestarikan tenun khas daerah Wakatobi.

Sebagian besar masyarakat Desa Liya Raya memang bekerja sebagai penenun. Pemkab telah bekerjasama dengan salah satu lembaga perbankan untuk membantu permodalan bagi penenun ini. “Program UMKM Bersinar dan penenun ini menjadi salah satu bagian prioritas. Gunanya untuk membantu usaha kecil agar tidak terbebani dengan bunga pinjaman. Pemerintah melakukan intervensi dalam hal ini. Ini diutamakan karena kebijakan harus ada kaitannya dengan leading sektor pariwisata. Salah satu industri kreatif, ya tenun ini,” ungkap Sekretaris Kabupaten (Sekab) Wakatobi, Muhammad Ilyas Abibu, Senin (25/9).

Pihak bank kata pejabat asal Tomia ini menyiapkan anggaran sebesar Rp 2 miliar dan Pemkab yang menanggung bunganya. “Jadi daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk pembayaran bunganya,” terang Ilyas Abibu. Sementara itu, Plh Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Wakatobi, Muh. Yusnan menuturkan, program ini sebagai bentuk regenerasi penenun. “Selain memberikan manfaat bagi yang lain, dengan adanya bantuan ini bisa menumbuhkan generasi penenun di Wakatobi,” terang Yusnan.

Saat ini sudah ada 40 warga yang siap menerima bantuan modal. Masih ada 10 lagi yang dibutuhkan. Mengingat target realisasi UMKM Bersinar tahun ini sebanyak 50 pemilik usaha. Meski penenun menjadi prioritas, namun bukan berarti usaha lain tak mendapat perhatian. “Asal memenuhi syarat. Rencananya tahun ini sudah direalisasi,” ujar Yusnan.

Salah seorang pemilik rumah tenun dari Desa Liya Togo, Wa Ode Siti mengaku bantuan ini setidaknya bisa meringankan beban dalam menjalankan usahanya. (c/thy)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top