Hati-hati, Rahim Bisa Turun! – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Kesehatan

Hati-hati, Rahim Bisa Turun!

KENDARIPOS.CO.ID — Melahirkan lewat persalinan normal bisa bikin rahim bergeser atau turun. Tetapi, hal itu rupanya tidak berlaku lagi. Menurut Spesialis kandungan RSUD dr Soetomo, dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, SpOG., persalinan normal bukanlah satu-satunya pencetus turunnya rahim yang keluar dari vagina. Sekitar 90 persen rahim yang melorot juga disertai dengan organ lain yang melorot. Seperti rectokel atau bagian rektum yang melorot ke vagina. Sistokel yakni kandung kemih yang juga turun. ’’Semua kelainan itu juga dipicu oleh kegiatan yang membuat tekanan perut meningkat,’’ papar Eighty.

Kegiatan tersebut didapatkan para perempuan sering mengejan karena sulit BAB, dan batuk kronis yang membuat perut menahan. Karena bila perut sering mendapatkan tekanan, maka otot dasar pinggul akan melemah. Hal itu berpengaruh pada organ di sekitar panggul. Tidak dimungkiri persalinan normal bisa melemahkan otot dasar panggul. Namun, hal itu pun akan terjadi bila persalinan normal tidak lancar. Sehingga sang ibu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengejan, dan frekuensi melahirkan yang terlalu sering.

Ketika memutuskan datang berobat, pasien datang dengan keluhan ada yang ngganjel dalam vagina. Bahkan, acapkali keluar benjolan sebesar telur asin berwarna merah jambu dari vagina. Hal itu membuat pasien mengira dirinya terjangkit kanker yang serius. Bila sudah begitu, Eighty lebih menyarankan untuk dilakukan operasi. ’’Dari tiga pasien baru, dua pasien biasanya mau dioperasi. Lainnya takut,’’ ujarnya.

Menurut eighty, urgensi operasi juga ditentukan oleh beberapa indikasi. Misalnya, bila usia pasien masih muda dan masih ingin mempunyai anak. Dokter tidak akan mengambil rahim. Melainkan menggantung rahim. Untungnya, sebagian besar usia penderita adalah 40 tahun keatas. Maka dokter biasanya melakukan tindakan transvagina histerektomi. Yakni mengangkat kandungan lewat vagina. ’’Jadi pengencangan otot vagina adalah bonus. Tujuan utama organ yang mengendur bisa diatasi supaya tidak keluar dari vagina lagi,’’ imbuh Eighty. (jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top