Pariwara
Buton Tengah

Dinkes Buteng Belum Dapatkan Dana BOK 2017

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Buton Tengah (Buteng) sedang berupaya mendapatkan dana transfer bantuan operasional kesehatan (BOK) 2017. Salah satu itemnya adalah dana jaminan persalinan (Jampersal). Belum diterimanya bantuan tersebut karena laporan realisasi BOK 2016 di Kementerian Keuangan terlambat diserahkan.

Kasubag Program dan Anggaran Dinkes Buteng, Marsilan Sunusi, mengatakan, akhir Maret 2017 lalu pihaknya sudah berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kendala transfer dana BOK 2017 yang belum disalurkan. Ternyata, syarat penyaluran tidak terpenuhi, karena laporan realisasi 2016 yang belum dilaporkan.

“Sebagai tindak lanjut dari konsultasi itu, kami berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Tentunya untuk membuat laporan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 187 tahun 2016 tentang laporan realisasi BOK. Setelah laporan dibuat, BPKAD menyerahkan langsung pada tanggal 7 Juli 2017 lalu,” ungkapnya, akhir pekan lalu.

Menurut informasi, setelah laporan dimasukkan, maka pihaknya tinggal menunggu dana transfer BOK. Sayangnya, hingga saat ini dana tersebut belum masuk ke kas daerah, bahkan untuk tahap pertama 2017. Makanya, Dinkes Buteng akan kembali berkonsultasi dengan pihak Kementerian Keuangan untuk menelusuri kendalanya.

“Karena biasanya dana transfer akan disalurkan sebulan setelah laporan masuk. Namun sudah dua bulan menunggu dananya belum ada di kas daerah. Sementara sudah banyak kegiatan dilaksanakan, namun belum dibayarkan karena dana tak ada. Seperti persalinan, ada jaminan. Tapi kalau dananya tak ada, kan tidak mungkin uang petugas kesehatan yang digunakan. Memang tidak semua pekerjaan dinilai dengan uang, tapi ada beberapa pekerjaan yang harus ada uangnya,” argumen Marsilan Sunusi.

Untuk diketahui, BOK merupakan dana alokasi khusus (DAK) dalam bentuk non fisik yang dimanfaatkan untuk membiayai program kegiatan Dinkes dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk Jampersal, biaya pelayanan obat petugas kesehatan, serta akreditasi Puskesmas dan rumah sakit.

Dinkes Buteng mendapat alokasi dana transfer BOK untuk keempat item tersebut. “Saat ini, sudah ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, meski dananya belum disalurkan. Kami hanya mengimbau agar laporan kegiatan segera dituntaskan, sehingga saat BOK disalurkan tinggal memasukan laporannya. Dengan demikian, BOK tahap berikutnya bisa langsung kita manfaatkan,” jelasnya.

Marsilan Sunusi merinci, dana transfer BOK disalurkan dalam empat tahap setahun. Porsi setiap tahap sebesar 25 persen dari total anggaran. Berdasarkan regulasi, dana BOK untuk program kegiatan Dinkes dan Puskesmas serta biaya pelayanan obat untuk petugas kesehatan sebesar Rp 6,395 miliar. “Sementara untuk Jampersal Rp 1,282 miliar, kemudian untuk akreditasi Puskesmas dan rumah sakit kurang lebih Rp 428 juta,” jelasnya. (b/myu)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top