Kapolres Kolut Tinjau Area Tambang Cegah Konflik – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Kolaka Utara

Kapolres Kolut Tinjau Area Tambang Cegah Konflik

DOK/MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS Kapal tongkang berisi ribuan wet metrik ton ore nikel yang sempat dilarang berangkat oleh Bupati Kolut, namun tetap diangkut pihak PT. Celebessi.

KENDARIPOS.CO.ID — Penghentian aktivitas dua perusahaan tambang di Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) oleh sekelompok warga, terus berlanjut. Mereka mengancam akan terus melakukan aksinya jika pihak perusahaan khususnya PT. Celebessi Mulia Utama enggan mengganti rugi kerusakan tumpukan batu krom milik warga yang terlindak sejumlah alat berat.

Koordinator aksi warga, Mastur mengakui, sejumlah warga bahkan membawa senjata tajam. Namun ia membantah jika itu akan digunakan untuk mengancam pihak perusahaan. “Harga tumpukan batu itu kalau dijual Rp 600 jutaan, tapi dirusak dan dijadikan timbunan. Steven (kuasa direktur PT. Celebessi) berjanji akan mengganti dan saya beri keringanan bayar modalnya saja Rp 200 juta saja. Saya sudah mau ke Kolaka untuk temui, tapi dia justru menghindar dan menonaktifkan teleponnya. Saya ingatkan jangan coba-coba tipu,” tantangnya, Jumat (22/9).

Karena pihak PT. Celebessi enggan memenuhi janji ganti rugi tersebut serta gaji pekerja yang belum dibayar, massa kemudian terpaksa menyita kunci kendaraan sebagai jaminan agar mau membayar. Sementara itu terkait tindakan PT MMP yang melakukan pengambilan sampel ore di kawasan hutan lindung, Mastur menduga sudah sepengetahuan kepala desa Tolala namun tidak ditindak aparat. “Saya tidak suka cari masalah. Tapi kalau buatkan saya masalah, saya tidak salah-salah. Polisi harusnya menangkap, karena melakukan aktivitas di hutan lindung,” tegasnya lagi.

Ketegangan antar kelompok di Tolala tersebut mendapat respon dari Kapolres Kolut yang baru, AKBP Bambang Satriawan. Sebelum serah terima jabatan Kamis (21/9), ia terlebih dahulu menuju Tolala meninjau lokasi pertambangan di kawasan tersebut. Untuk memastikan wilayah kondusif, ia melakukan penambahan lima personel untuk ditempatkan di Polsek Tolala.

Dalam kunjungan itu ia memberikan arahan dan koordinasi dengan pihak PT Celebessi, PT Amin dan PT MMP yang melakukan penambangan ore di wilayah Tolala agar segera mengatasi persoalan dan sengketa tidak berkelanjutan. “Pihak perusahaan atau masyarakat yang merasa terancam dan berselisih paham agar menempuh jalur hukum. Jangan main hakim sendiri,” tegas Kapolres.

Usai pertemuan itu, Bambang Satriawan juga melihat pelabuhan jetti di Desa Patikala melihat tumpukan batu krom yang dirusak pihak PT. Celebessi. Sementara itu sejumlah kunci alat berat dan truk yang sebelumnya disita Mastur, Cs telah diserahkan ke Polsek Tolala. Meski demikian, Mastur tetap pada pendirian jika tuntutan mereka tidak diindahkan, maka akan tetap melakukan aksinya.

Untuk diketahui, saat ini PT Celebessi telah menghentikan kegiatan penambangan di Desa Patikala, Kecamatan Tolala usai ditegur Bupati Kolut, Nur Rahman Umar. Tapi itu mereka lakukan setelah kembali melakukan pengapalan 7000 wet metrik ton (WMP) di atas tongkang yang sempat ditahan pihak kecamatan dan aparat. Perusahan ini diduga tidak memiliki dokumen lengkap termasuk pelabuhan khusus pengangkutan. (b/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top