Pemkab Wakatobi Bantu Korban KM III Fungka – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Wakatobi

Pemkab Wakatobi Bantu Korban KM III Fungka

KENDARIPOS.CO.ID — Seluruh korban Kapal Motor (KM) Fungka Permata III yang berasal dari Tomia dipastikan menerima bantuan dan santunan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Wakatobi. Saat ini beberapa korban yang mendapat perawatan di Rumah Sakit (RS) Baubau sudah dibolehkan pulang. Bahkan ada juga korban lainnya yang telah kembali ke Tomia. Sekretaris Kabupaten (Sekab) Wakatobi, Muhammad Ilyas Abibu, menegaskan pihaknya telah mengunjungi korban baik yang dirawat di RS maupun di rumah keluarga. Pemerintah akan memulangkan para korban yang masih berada di Baubau, Jumat (22/9) dengan menggunakan KM Wisata ke Tomia.

“Biaya pengobatan selama di Baubau akan ditanggung Pemkab Wakatobi dan sekaligus memberikan santunan kepada korban. Saya bersama Kepala Dinas Sosial sementara ini masih di Baubau dan telah mengunjungi korban,” tutur Muh. Ilyas saat dihubungi, Kamis (21/9).

Sementara itu, Kadis Sosial Wakatobi, Aslaman Sadik membenarkan, seluruh korban baik penumpang maupun ABK Fungka Permata III akan mendapat bantuan. “Dari catatan kami ada 17 penumpang dari Tomia dan lima anak buah kapal. Jadi totalnya ada 22 orang yang akan menerima santunan,” ungkap Aslama Sadik, kamis(21/9). Kendati demikian, pihaknya belum bisa merinci besaran anggaran untuk seluruh korban tersebut. “Itu akan dibahas di rapat. Tapi yang jelas kami telah siapkan bantuan itu melalui tanggap darurat,” tambahnya.

Alasan Pemkab hanya menyantuni korban yang berasal dari Wakatobi, karena korban dari daerah lain telah diserahkan ke pemerintah masing-masing. “Korban yang ke Tomia sudah ada dan sisanya akan menyusul besok malam (hari ini). Tapi korban yang berasal dari Tomia menuju Maluku dan Papua akan kembali ke tujuan dan biayanya akan ditanggung Pemkab Wakatobi,” tambahnya.

Sekadar diketahui, KM Fungka Permata III bertolak dari Baubau pada Sabtu (16/9) malam dan seharusnya tiba di Tomia pada Minggu (18/9) pagi. Sayangnya kapal mengalami kecelakaan dan tenggelam sebelum tiba di tujuan. Akibatnya 27 korban terombang-ambing selama dua hari satu malam di tengah laut. Beruntung seluruh korban selamat setelah mendapat pertolongan nelayan. (b/thy)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top