Perda Miras Disorot, Pengawasan DPRD di Konawe Lemah – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe

Perda Miras Disorot, Pengawasan DPRD di Konawe Lemah

HELSON MANDALA PUTRA/KENDARI POS
Massa PMII menyoroti Perda Miras yang dibuat DPRD Konawe namun tak berjalan efektif dalam pengawasan peredaran.

KENDARIPOS.CO.ID — Narkotika dan minuman keras (Miras) menjadi momok menakutkan yang dapat merusak generasi muda, khususnya Konawe. Maka sudah sepatutnya ancaman itu dikendalikan melalui peraturan daerah (Perda) yang dibuat wakil rakyat, dengan membatasi peredarannya. Namun dalam implementasinya, Perda tersebut tidak mampu menjangkau seluruh elemen, sehingga masih bisa terjual bebas. Pengawasan dari DPRD Konawe juga masih lemah. Bahkan, anggota dewan mengaku kesulitan dalam mengontrol peredaran Miras di wilayah perwakilannya.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Konawe, Kamaluddin mengatakan, Perda Kabupaten Konawe nomor 4 tahun 2010 tentang Miras belum berjalan semestinya. Peredarannya tidak terkendali, terbukti dari maraknya penjual Miras di berbagai daerah, tanpa mengikuti aturan yang ada. Selain itu, Perda juga tidak memuat secara jelas, berapa volume yang boleh ditampung setiap toko Miras tersebut.

“Hal ini menjadi masalah besar. Sebab sebagian besar kasus kekerasan dan pencabulan di Konawe terjadi karena berada dalam pengaruh Narkoba, obat keras dan Miras. Makanya, kami menuntut supaya dilakukan pencegahan dengan cara merazia kafe, hotel dan tempat lainnya. Menindak tegas para pengedar serta langsung mencabut izin penjual yang tidak taat aturan,” sorotnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Konawe, Rusdianto mengaku akan meninjau kembali Perda tersebut. Ia berjanji akan berkomunikasi dengan badan legislatif (Baleg) untuk membahas batas maksimum Miras yang dibolehkan dijual, jenis modern atau tradisional. “Pemakai minuman tradisional memang sulit ditertibkan, tapi harus kami upayakan. Nantinya akan kami evaluasi Perda nomor 4 tahun 2010 itu,” janjinya.

Ia akan meminta dewan untuk mengkaji ulang Perda tersebut dan menutup toko penjual Miras yang berlebih. “Memang susah untuk ditertibkan dan tindak kejahatan semakin banyak terjadi. DPRD juga akan turun untuk evaluasi izin toko yang tidak ada atau sudah kedaluwarsa. Kalau sudah habis izin, kita akan akan tutup,” katanya. (c/hel)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top