Wali Kota Baubau Didesak Evaluasi Direktur RSUD Palagimata – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Bau-bau

Wali Kota Baubau Didesak Evaluasi Direktur RSUD Palagimata

AKHIRMAN/KENDARI POS
Massa yang berorasi di depan kantor Wali Kota Baubau mendesak dilakukannya evaluasi terhadap pimpinan RSUD Palagimata.

KENDARIPOS.CO.ID — Protes keras terhadap tindakan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata menelantarkan pasien pada akhir pekan lalu disampaikan massa yang tergabung dalam bendera Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau. Mereka menilai, tindakan pihak RSUD Palagimata yang menolak untuk melakukan penanganan terhadap pasien sudah sangat keterlaluan dan bertolak belakang dengan perintah undang-undang, khususnya nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Kejadian penolakan pasien ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan di Kota Baubau lebih mengutamakan urusan selembar kertas dari pada nyawa manusia. Padahal pada pasal 32 ayat 1 disebutkan, dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan untuk penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu,” sorot Kordinator Lapangan (korlap), La Ode Rizki Satria saat menyampaikan orasinya Senin, (18/9).

Sayangnya ketentuan yang mengatur tentang kesehatan tersebut dilanggar dan diabaikan pihak RSUD. HMI meminta dan mendesak pemerintah kota (Pemkot) Baubau sebagai dewan penasehat pelayanan RSUD segera melakukan eveluasi atas kejadian tersebut. “Kita minta agar wali kota secepatnya mengambil langkah tegas atas peristiwa penolakan pasien yang dilakukan oleh pihak RS. Segera evaluasi kinerja Direktur RSUD Palagimata,” sambung La Ode Rizki Satria.

Sementara itu, Wali Kota Baubau yang diwakili Asisten I, La Ode Asward berargumen, kejadian tersebut hanyalah kesalahpahaman. “Saya kira tidak ada rumah sakit yang mau menelantarkan pasien. Mungkin pihak RSUD Palagimata sedang mengalami kekhilafan. Kalau benar ada penelataran pasien, maka saya kira ini akan menjadi koreksi,” jawabnya. (c/ahi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top