Bahas Mumbul, Bupati Konawe Temui Wakapolri, Pemkab Konkep juga Siaga – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Bahas Mumbul, Bupati Konawe Temui Wakapolri, Pemkab Konkep juga Siaga

Kerry Konggoasa

KENDARIPOS.CO.ID — Masuknya jenis baru obat terlarang bernama PCC (mumbul) menjadi ancaman baru buat generasi penerus, khususnya di Kota Kendari. Sejauh ini, sudah ada tiga nyawa melayang akibat obat illegal tersebut. Situasi ini mendapatkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Konawe. Malah, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa secara khusus bertemu langsung dengan Wakapolri, Komjen Syafruddin untuk meminta masukan terkait hal itu.

“Saya bertemu beliau (Wakapolri,red) untuk minta masukan soal itu. Saya melihat kejadian di kendari sudah sangat luar biasa. Makanya, saya berharap tidak sampai di Konawe,” ungkap Kery, kepada Kendari Pos. Secara umum lanjut dia, pertemuannya dengan orang nomor dua di Kepolisian itu, untuk membahas peredaran narkoba di Sultra.

Politisi PAN ini menambahkan, mencegah hal serupa terjadi di Konawe, pihaknya telah mengambil langkah sigap. Seluruh jajaran Pemkab Konawe diinstruksikan langsung melakukan cek dan ricek terkait keberadaan obat terlarang PCC tersebut. “Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, BNN, Kapolres dan seluruh stakeholder melakukan monitoring ke lapangan terkait keberadaan obat terlarang tersebut dan sejenisnya,” jelasnya.

Ia juga mengaku akan melakukan penggeledahan atau sweeping secara berkala sebagai bentuk pencegahan masuknya obat terlarang tersebut di Konawe. “Tidak main-main ini. Kita minta sekolah melakukan sweeping. Pihak Polres juga lakukan itu. Penggeledahan di setiap warung yang mencurigakan dan seluruh tempat yang dianggap memiliki potensi peredaran obat-obatan tersebut,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe, H. Muh. Aris membenarkan kalau pihaknya sudah melakukan langkah atisipatif. “Peristiwa di Kendari menjadi ancaman serius bagi semua daerah, untuk melakukan pencegahan dan mengawasi keadaan sekitarnya. Kalau di Konawe, belum ada laporan serius, dan jumlahnya masih minim,” ungkapnya, kemarin.

Menurut dia, aktivitas menghirup obat atau lem fox memang cukup banyak di jalan ibu kota, dan kini puncaknya ketika banyak korban secara bersamaan. Untuk mencegah akibat terburuk, langkah awal yang dilakukan untuk mengantisipasi korban jiwa, yaitu dengan mengerahkan petugas kesehatan dari seluruh Puskesmas. “Mereka memiliki tugas untuk melakukan pendataan awal kondisi kesehatan korban, dan melakukan pengobatan semampu mereka. Kalau sudah tidak bisa atau sudah tingkat parah, langsung dirujuk ke RSJ,” jelasnya.

Tak hanya di Konawe, Bupati Konkep, Amrullah juga langsung menginstruksikan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk waspada dan memantau masuknya barang jenis narkoba dan obat-obatan jenis somadril dan PCC. “Saya minta, kepada seluruh masyarakat yang ada di Pulau Wawonii, untuk selalu melakukan pengawasan ekstra terhadap anak-anaknya. Mengingat, banyaknya anak-anak yang duduk dibangku SD harus merengang nyawa akibat mengkonsumsi obat-obatan tersebut,” kata Amrullah. (b/yog/hel/dan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top