Obat yang Digunakan Puluhan Remaja Positif PCC, Pemakai : Kami Belinya di Seputaran P2ID – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Obat yang Digunakan Puluhan Remaja Positif PCC, Pemakai : Kami Belinya di Seputaran P2ID

Korban PCC di RSJ Kota Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari sudah melakukan uji laboratorium terhadap sampel tablet Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC). Ada dua sampel yang diteliti, yakni temuan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra dan BNNK Kendari. Hasilnya, sampel tablet PCC dari BNNK Kendari positif mengandung tramadol, paracetamol, carisoprodol dan caffein. Sedangkan tablet PCC dari BNNP Sultra hanya positif mengandung tiga kandungan terakhir saja. Walau ada perbedaan sedikit kandungan, namun pengujian menunjukkan bahwa semua sampel tablet positif mengandung PCC.

Kepala BPOM Kendari, Adilah Pabbabari menjelaskan, ada perbedaan hasil lab yang dibawa BNNK dan BNNP Sultra. Tiga sampel yang dibawa oleh BNNK kemasannya berbentuk jelly dan tablet PCC. Sedangkan sampel dari BNNP Sultra hanya tablet putih berbentuk PCC saja. “Sampel obat yang dibawa BNNK maupun BNNP Sultra semua positif PCC,” ujar Adilah didampingi Kepala Pusat Penyidikan Badan POM RI Hendri Siswanto, Direktur Ditres Narkoba Polda Sultra Kombes Pol Satria Adhi Permana bersama Keplada Dinas Kesehatan dan juga BNNK serta BNNP Sultra saat menggelar konferensi pers di Gedung BPOM Kendari, Jumat (15/9/2017)

Adilah menjelaskan, efek setelah mengonsumsi zat seperti itu akan membuat kesadaran diri perlahan hilang, seperti berhalusinasi. “Kalau dilihat dari efeknya, memang seperti itu. Akan membuat keadaan tubuh seperti tak terkendali,” jelasnya. Kepala Pusat Penyidikan BPOM RI, Hendri Siswanto menegaskan PCC, Somadril dan Tramadol merupakan obat-obatan yang izin edarnya sudah dicabut, sesuai undang-undang nomor 36 tahun 2009. “Jadi tablet yang beredar itu bukan obat. Kalaupun obat, itu kami nyatakan ilegall. Karena masuknya juga tidak melalui pengawasan BPOM,” tegasnya.

Untuk mencegah hal ini tidak terjadi lagi, Direktur Ditresnarkoba Polda Sultra, Kombes Pol Satria Adhi Permana bakal terus berkoordinasi dengan BNNP, BNNK serta penegak hukum lainnya, untuk besama-sama menggungkap pengedar barang berbahaya itu. Kata pria yang belum lama dilantik ini, jajaran kepolisian terus mengejar beberapa pelaku lainnya. “Kami terus berupaya mengungkap kasus ini. Kalau bisa, kami upayakan barang seperti itu, jangan lagi masuk dan tak dikonsumsi remaja di Sultra,” harapnya. Satria menegaskan, untuk sementara sudah ada 9 pelaku yang ditangkap. Satu pelaku baru, dibekuk semalam (kemarin malam,red) di Kota Kendari.

Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Asrum Tombili menambahkan, bahwa PCC, Tramadol maupun Somadril adalah obat yang sudah dicabut izin edarnya. Kesimpulannya, kategori tablet seperti itu, bukan lagi disebut obat. “Intinya, tablet PCC ini illegal,” ujarnya. Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sultra, La Mala menambahkan, sejauh ini sudah ada berapa anak yang sudah sadar dan dikembalikan ke orang tuanya. Ada pula masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan ada juga rawat jalan. “Kami akan pantau terus kondisi mereka sampai benar-benar pulih,” katanya.

Dari puluhan anak yang mengonsumsi PCC dan kena dampaknya, sudah ada beberapa yang sadar. Salah satunya bernama Ucang. Pemuda 22 tahun ini mengaku mengonsumsi pil bertuliskan PCC. Pil tersebut berwarna putih, bentuk kemasannya sangat lembek jika tertekan. Kata dia, setelah diminum sekira 30 menit sudah ada perubahan pada dirinya. “Tiba-tiba seperti hilang ingatan. Pikiran melayang-layang dan tak bisa diam,” jelasnya.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top