Dinas Pendidikan Konut Usul 600 GTT – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Konawe Utara

Dinas Pendidikan Konut Usul 600 GTT

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut berencana mengusulkan penempatan 600 guru tidak tetap (GTT) pada tahun 2018 nanti untuk didistribusikan di sejumlah sekolah yang dianggap masih kekurangan tenaga pengajar. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Konut, Lapeha menuturkan jika jumlah GTT pada tahun 2017 hanya 360 orang. Kondisi itu dianggap mantan Sekdis PK tersebut masih sangat minim. “Seharusnya yang kita akan pakai GTT itu 600 orang, tapi tahun ini hanya 360 orang mengingat kondisi keuangan yang terbatas. Itu sudah termasuk GTT SD dan SMP karena perbidang studi,” ujar Lapeha, jumat(15/9).

Ia menjelaskan rencana usulan penambahan GTT sudah dikoordinasikan dengan Komisi III DPRD Konut yang membidangi pendidikan. Wacana itupun disambut baik pihak parlemen. “Saat ini gaji GTT itu hanya Rp 350 ribu untuk S1, sedangkan DII dan DIII hanya Rp 300 ribu. Makanya tahun 2018 itu perencanaan kita akan meningkatkan honor mereka sampai Rp 700 ribu tiap bulan,” ujarnya.

GTT yang akan direkrut, kata Lapeha nantinya akan dilegalisasi melalui surat keputusan (SK) bupati, selebihnya melalui pihak sekolah yang pembiayaannya dari dana BOS. “Jadi ada GTT yang SK langsung bupati. Ada juga GTT melalui SK sekolah. Artinya, GTT yang tidak diakomodir melalui pemerintah kabupaten (Pemkab), maka di-SK-kan melalui sekolah yang dibayarkan melalui dana BOS,” ulangnya, menegaskan.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi III DPRD Konut, Samir mengapresiasi rencana usulan Kepala Dinas PK untuk menambah kebutuhan GTT di wilayah tersebut. Apalagi memang kondisi guru dianggap masih sangat minim. “Secara pribadi dan kelembagaan kami dari DPRD sangat menginginkan adanya program usulan penambahan GTT. Karena ini bersentuhan langsung dengan peningkatan sumber daya manusia di Konut. Itu lebih baik jika dibandingkan beberapa program satuan kerja perangkat daerah yang asas manfaatnya tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat dan terkesan mubazir,” ujar politisi Hanura itu. (b/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top