Astaga, Paramedis RSUD Palagimata Baubau Abaikan Pasien Kritis – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Astaga, Paramedis RSUD Palagimata Baubau Abaikan Pasien Kritis

Pasien yang terpaksa dibaringkan di bawa pohon karena ditolak pihak rumah sakit.

KENDARIPOS.CO.ID — Pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menuai sorotan. Terbaru, saat paramedis rumah sakit milik pemerintah kota (Pemkot) tersebut menolak untuk merawat seorang pasien, Ketut Sugare (85) yang diantara keluarganya untuk mendapat pertolongan karena menderita penyakit serius.

“Ayah saya menderita sakit jantung. Kedua kaki dan perutnya bengkak serta batuk-batuk. Makanya, kita langsung bawa ke RSUD karena kondisinya mengkhawatirkan agar segera mendapat pertolongan,” keluh Wayan Sapta Naya, anak Ketut Sugare saat ditemui di pelataran RSUD Palagimata, Jumat (15/9).

Namun bukannya mendapat perawatan, pasien justru diabaikan setelah sempat ditolak masuk. Pegawai RSUD Palagimata lebih mempersoalkan kelengkapan adminstrasi pasien dibanding melakukan tindakan pertolongan cepat. “Kami tidak sempat lagi mengurus administrasi tersebut, karena panik,” sambung Wayan. Melihat ayahnya yang tidak mendapat perawatan, iapun pasrah. Ia terpaksa membaringkan ayahnya di bawah pohon sekitar pelataran RSUD Palagimata.

“Kita tidak tahu kalau harus ada surat pengantar (rujukan). Baru kita bukan orang berada,” kata Wayan dengan air mata berlinang sambil menjaga ayahnya yang terbaring lemas di bawah pohon. Padahal, harapan keluarga pasien yang rela menempuh jarak sekitar 32 kilometer menggunakan mobil pick up dari Desa Mambulugo, Kabupaten Buton agar orang tua mereka segera mendapat perawatan medis.

Sayangnya ketika sampai di RSUD Palagimata sekitar pukul 11.00 Wita, malah ditolak. Nanti setelah beberapa jam terbaring di bawah pohon, sekitar pukul 12.30 Wita dan mendapat simpati dari masyarakat, barulah pihak RSUD mengajak keluarga agar pasien dirawat di UGD. Kepala Seksi Humas RSUD Palagimata Kota Baubau, Muhammad Al Arsanjaya yang dikonfirmasi mengaku jika pihaknya memang lalai. Karena semestinya, pasien langsung mendapatkan perawatan, sebab kondisi kritis. “Pegawai RSUD khilaf. Karena mestinya pasien langsung mendapatkan penanganan, sebab sifatnya emergensi. Tidak perlu memiliki surat rujukan karena bukan rawat jalan. Keluarga pasien kurang memberikan informasi engkap kepada pegawai RSUD saat melapor,” akunya. (b/ahi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top