29.000 Butir PCC Siap Diedarkan ke Kendari Digagalkan BPOM Sulsel – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

29.000 Butir PCC Siap Diedarkan ke Kendari Digagalkan BPOM Sulsel

PCC yang berhasil digagalkan di Makasar.

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulsel berhasil menggagalkan peredaran ribuan obat ilegal Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) dari gudang Pedagang Besar Farmasi (PBF), PT Sehat Sejahtera Farma, di Jalan Korban 40.000 Jiwa, Jumat (15/9). Obat berbahaya itu diketahui diambil dari Jakarta, rencananya akan didistribusi ke wilayah timur, salah satunya Kota Kendari.

Kepala BPOM Sulsel, Muhammad Guntur membenarkan pihaknya berhasil mengamankan ribuan butir PCC. Sejak Kamis lalu, kata dia, pihaknya melakukan sidak merespons kejadian di Kota Kendari. Dari PBF tersebut, disita sebanyak 29 bungkus obat PCC dan setiap bungkus berisi 1.000 butir. “Jadi keseluruhannya sebanyak 29.000 butir,” jelasnya.

Saat timnya di PBF tersebut, obat yang sudah ditarik peredarannya sejak 2013 lalu ini sementara dikemas. Dari pengakuan pihak PBF, kata Muhammad Guntur, obat PCC tersebut diperolehnya dari Pasar Pramuka, Jakarta Timur, yang merupakan pusat penjualan obat-obatan dan alat kesehatan. Obat PCC yang disita itu bebernya, rencananya akan diedarkan di wilayah Indonesia bagian timur seperti Papua, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. “Jadi, PBF ini juga yang distribusikan obat PCC ke Kendari,” ujarnya.

Pihaknya, lanjut Guntur, akan segera memanggil pemilik, pengelola, maupun karyawan PBF tersebut. Tak hanya itu, penelusuran terhadap apotek yang menjual obat ilegal tersebut juga akan dilakukan. “Karena ada apotek yang dicurigai menjual obat PCC tersebut secara bebas. Ada sekitar lima apotek yang dicurigai,” tegasnya.

Kabid pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNN Propinsi Sulawesi Selatan, Jamal mengatakan, dari hasil koordinasi dengan pihak BNNP Kendari, obat bermerek PCC sudah tak lagi murni. “Obat itu diduga oplosan,” katanya kepada FAJAR, Jumat, 15 September. Jamal menjelaskan, bahwa pelaku yang membagikan obat kepada korban awalnya dengan cara memberikan minuman gelas dan beberapa jenis minuman lainnya yang sudah dicampur dengan obat. Setelah meminumnya, perasaan panas di seluruh badan langsung dirasakan korban. “Makanya banyak lompat kelaut, karena panas dia rasa,” ujarnya.

Ditempat yang berbeda, korban mengkonsumsi obat PCC dengan mencampur dengan minuman keras, Wiski. “Ini yang parah, karena obat cepat bereaksi,” imbuhnya. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan, pihaknya akan gencar melakukan razia. “Termasuk menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati,” katanya. (eds-ans/sbi/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top