Teroris Jaringan Santoso Ditahan di Lapas Baubau – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Teroris Jaringan Santoso Ditahan di Lapas Baubau

Terpidana kasus terorisme Iksan Maulana (kedua dari kanan) saat tiba di Lapas Baubau. Kamis (14/9/2017).

KENDARIPOS.CO.ID — Teroris jaringan Santoso yang ditahan di Lapas Kelas II Baubau kini berjumlah tiga orang. Setelah Aco Bambu dan Gunawan Djuraejo alias Gunawan alias Gugun yang keduanya ditahan pada awal dan akhir 2016, kini giliran Ikhsan Maulana alias Irfan alias Maulana alias Akil alias Papa Kembar (31) yang juga ditahan.

Kepala Lapas kelas II Baubau, Wahyu Prasetyo mengatakan, Akil adalah teroris jaringan kelompok Santoso tahanan Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat yang kemudian dititip di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Mako Bromob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat (Jabar). Saat ini telah menjalani masa hukuman sekitar satu setengah tahun. “Jadi, Papa Kemba ini telah divonis hukum empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur. Dari masa hukuman tersebut, yang akan dijalani di Lapas Baubau tersisa sekitar dua tahun. Karena sebelumnya masa hukuman telah dijalaninya di Rutan Mako Bromob Kelapa Dua, Depok,” ungkapnya, Kamis (14/9).

Ikhsan Maulana tiba di Lapas Kelas II Baubau sekira pukul 08.30 Wita dengan dikawal ketat oleh apara keamanan. Ia kemudian dimasukkan ke ruang administrasi untuk keperluan pendataan. Setelah itu, dimasukkan ke dalam tahanan. “Mengenai sel tahanan yang akan ditempati, tetap akan berbaur dengan napi lainya. Tidak ada ruangan khusus. Karena kondisi ruang tahanan tidak ada yang kosong,” jelasnya. Untuk diketahui, lanjut dia, kondisi mental terpidana sudah tidak terlalu mengkhawatirkan. Sesuai data pemeriksaan psikologi oleh ahli psikolog tempat awal ditahan, cukup baik. “Kondisi atau pengaruh radikalismenya sudah hilang,” katanya.

Terpidana kasus teroris, Ihksan Maulana yang ditemui terlihat santai. Ia mengaku terlibat dan ikut jaringan Santoso saat kejadian teror di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). “Waktu itu (teror Poso, red) saya hanya ikut dan bantu-bantu saja,” katanya saat menjawab pertanyaan tetang peranannya dalam jaringan Santoso. Kata dia, meski tidak didampingi pihak keluarga dalam hal ini istri dan anaknya, tetapi pemindahan dirinya di Lapas Kelas II Baubau diketahui keluarga. “Mereka (istri dan anak) tahu kalau saya dipindahkan di sini. Karena sebelumnya keluaga saya telah diberi tahu,” tutpnya. (b/ahi)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top