Pungli Proyek, Pejabat Koltim Dievaluasi ! – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Kolaka Timur

Pungli Proyek, Pejabat Koltim Dievaluasi !

H. Tony Herbiansyah

KENDARIPOS.CO.ID — Sudah bukan rahasia, pungutan liar (Pungli) dalam pengurusan proyek hingga pencairan anggaran menjadi “ladang” bagi oknum pejabat dan pihak berkepentingan untuk melakukan praktik tak terpuji tersebut. Sebagai otorita baru yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur, informasi terkait praktik Pungli proyek di Kolaka Timur (Koltim) terus menjadi perbincangan.

Namun Bupati Kolaka Timur, H. Tony Herbiansyah buru-buru menegaskan, selama menjabat sebagai kepala daerah, tidak ada pembayaran fee proyek di lingkup kerjanya. “Sampai saat ini, kami belum menemukan oknum yang melakukan Pungli proyek. Selama ini pengadaan barang dan jasa sudah sesuai aturan dalam undang-undang,” klaim Tony, kamis(14/9).

Menurutnya, jika ada pemberian sejumlah uang proyek pada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) atau penanggung jawab kegiatan dan berstatus pegawai negeri sipil (PNS), maka ia akan melakukan pembinaan. “Saya cari kebenarannya terlebih dahulu apakah dia Pungli atau tidak. Kami akan nasehati supaya perbuatan itu tidak diulangi lagi. Kecuali kena operasi tangkap tangan, langsung kita ganti atau berikan sanksi kepegawaian. Jika kepala SKPD, langsung dinonjob dari jabatannya,” tegas Tony.

Ketua DPW Nasdem Sultra ini mengingatkan, pembayaran fee proyek dalam undang-undang tidak dibenarkan. Untuk itu, ia meminta kepala dinas lebih berhati-hati dalam membantu bupati menjalan pemerintahan pada instansi teknis masing-masing. “Utamakan pelayanan, bukan urusan pribadi. Pungli berujung memperkaya diri sendiri sehingga perbuatan itu tidak dibolehkan. Saya akan tetap mengevaluasi. Hampir setiap saat saya ingatkan semua PNS jangan banyak gerakan tambahan dalam menjalankan tugas. Berikan pelayanan prima serta jauhi Pungli,” jelasnya.

Koltim-1 itu mengingatkan agar jangan ada pihak manapun yang mengatasnamakan kepala daerah untuk menarik fee proyek. “Saya sama sekali tidak pernah meminta fee tersebut, apalagi menyuruh kepala SKPD. Alhamdulillah, Koltim masih aman dan belum ada operasi tangkap tangan seperti di daerah lain,” sambungnya.

Tony berharap, SKPD harus membantunya dalam memberantas Pungli. Pemberian uang titipan dari rekanan dengan harapan memuluskan untuk memperoleh proyek, merupakan cara-cara tidak sehat dan harus dicegah. “Mari bangun daerah kita dengan memerangi Pungli serta korupsi, kolusi dan nepotisme,” tandas mantan Wakil Bupati Konawe itu. (c/kus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top