Pemkab Butur Gandeng UHO Kembangkan Pertanian Organik – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Buton Utara

Pemkab Butur Gandeng UHO Kembangkan Pertanian Organik

HADRIAN INDRA MAPA/KENDARI POS
Bupati Butur, Abu Hasan (ketiga dari kiri) saat menjelaskan pengembangan pertanian organik di Kecamatan Kulisusu Barat, kamis(14/9)

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) terus mengembangkan sektor pertanian organik pada sejumlah wilayah. Untuk menyukseskan program itu, Bupati Butur, Abu Hasan bahkan menjajaki kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Halo Oleo (UHO). Enam profesor disektor pertanian dilibatkan untuk mengembangkan pertanian organik seluas 400 hektar khususnya tanaman padi ladang organik di daerah itu. Keseriusan Abu Hasan menjadikan daerah yang dipimpinnya itu sebagai penghasil pangan organik terbesar di Sultra, terus diperlihatkan.

“Presiden Jokowi telah memerintahkan semua daerah untuk mengembangkan komoditas unggulannya. Program tak perlu banyak, cukup satu. Butur pun memilih mengembangkan pertanian organik khususnya padi ladang ditanam tanpa menggunakan pupuk mengandung bahan kimia. Para profesor itu telah telah meninjau langsung potensi pertanian organik di Butur,” ujar Abu Hasan saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Kulisusu Barat, Kamis (14/9).

Ia meminta warganya agar tak menjual tanahnya ke investor dengan harga murah. Ia pun mewarning, kepala desa jangan pernah mengajak warga untuk menjual lahannya pada pengusaha. “Sudah cukup penguasaan lahan warga. Jangan terjadi lagi seperti masuknya perusahaan tebu di Kulisusu Barat. Saya tidak ingin usai menjabat meninggalkan masalah. Disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya kerusakan lingkungan akibat banyaknya aktivitas pertambangan dan generasi selanjutnya kesulitan menadapatkan lahan karena telah habis dikuasai investor,” imbau Abu Hasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Butur, Yusuf menuturkan, pemberian bantuan pada petani untuk membiayai semua pembukaan lahan pertanian organik telah dikalkulasi kurang lebih membutuhkan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Yusuf menambahkan, dengan anggaran itu bisa membuka lahan pertanian organik seluas 400 hektar. “Diutamakan lahan di samping jalan umum yang diplot menjadi pertanian organik,” ujar Yusuf. (c/had)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top