Disperindag Sultra Minta Konsumen di Kolaka Teliti Belanja Produk – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka

Disperindag Sultra Minta Konsumen di Kolaka Teliti Belanja Produk

ZULFADLY/KENDARI POS
Tim pengawas Disperindag Sultra saat melakukan Sidak pada salah satu swalayan di Kolaka, kamis(14/9)

KENDARIPOS.CO.ID — Makin bertumbuhnya daya beli masyarakat membuat peredaran barang di pasaran juga terus meningkat. Namun, kadang barang yang beredar itu merugikan dan bahkan membahayakan konsumen. Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah toko di seluruh kabupaten/kota di Bumi Anoa ini.

Kamis (15/9), giliran Kabupaten Kolaka yang dipantau. Kepala Disperindag Sultra, Hj. Sitti Saleha bersama tim mengawasi empat toko dan swalayan yang ada di Bumi Mekongga. Meskipun tidak menemukan pelanggaran, namun Tim Pengawas tersebut tetap meminta agar konsumen di Kolaka berhati-hati saat membeli barang.

“Untuk sementara dari hasil Sidak, kami belum menemukan produk yang merugikan atau membahayakan konsumen. Namun, kami ingat agar pembeli tetap teliti sebelum membeli suatu produk. Sebab, tidak menutup kemungkinan barang itu dapat merugikan ataupun membahayakan kesehatan,” pesan Sutomo, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Sultra, kamis(14/9).

Ia mengungkapkan, tujuan Sidak kali ini adalah untuk menekan distribusi barang tak layak edar. Ciri-ciri barang dimaksut, tidak memiliki label SNI, tak mempunyai kartu garansi, serta petunjuk penggunaan produk tersebut bukan dalam bahasa Indonesia. “Barang harus memiliki label SNI itu diantaranya selang dan regulator tabung gas. Sedangkan semua produk yang dijual itu harus memiliki buku petunjuk dan harus melampirkan bahasa Indonesia, bukan asing. Sedangkan untuk produk makanan itu harus tertera tanggal kedaluwarsanya serta izin dari Dinas Kesehatan ataupun BPOM,” jelasnya.

Sutomo menegaskan, jika nanti pihaknya menemukan pemilik toko atau swalayan menjual barang tak memenuhi standar tersebut, maka pihaknya tidak segan memberikan sanksi. “Pertama kami hanya menegur secara lisan. Jika tidak berubah, maka sanksi berikutnya yaitu pencabutan izin usaha. Bahkan, berdasarkan undang-undang perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999, dapat dikenakan denda Rp 5 miliar atau hukuman penjara selama lima tahun,” tandasnya. (b/fad)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top