BPMD Kolut Pertanyakan Pengawasan Aparat – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Kolaka Utara

BPMD Kolut Pertanyakan Pengawasan Aparat

KENDARIPOS.CO.ID — Legalitas tiga perusahaan tambang di Kolaka Utara (Kolut) berbendera PT Celebessi, PT Kreatif Jaya dan PT Kasmar Tiara Raya masih dipertanyakan pihak pemerintah kabupaten (Pemkab). Ketiga perusahaan pengeruk sumber daya alam di Bumi Patampanua tersebut sudah melakukan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi serta menjualan ore nikel dengan mulus, meski tanpa koordinasi dengan pemerintah setempat.

Keberadaan aparat juga dipertanyakan karena terkesan tutup mata dengan aktivitas pengerukan di wilayah utara otorita kendali Bupati, Nur Rahman tersebut. Pihak Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kolut tak dapat menyembunyikan kegeramannya karena perusahaan-perusahaan tersebut hanya datang mengeruk sumber daya alam daerah, namun tak memberi kontribusi sama sekali.

Kepala BPMD Kolut, Saiful Razak menegaskan, pihaknya akan segera mempertanyakan hal tersebut ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). “Kami juga akan melayangkan surat resmi ke pemerintah pusat apabila benar ada pelanggaran masif yang ditemukan. Saya heran, bisanya perusahaan-perusahaan itu bebas muat ore seolah-olah tidak ada aparat yang tahu. Masa, besarnya kapal tongkang bersandar dan berhari-hari beraktivitas tidak dilihat, kan tidak masuk akal,” sindirnya, Kamis (14/9).

Yang membuat ia makin kesal, karena pihak investor menutup diri dan menghindari pemerintah. “Jangankan berkoordinasi dengan kami atau melapor, dihubungi melalui telepon saja, tidak direspon. PT Celebessi itu hanya memiliki 70 hektare lahan garapan. Perusahaannya juga tidak memiliki pelabuhan angkut namun justru mendapat izin pelayaran. Tiga tongkang berhasil diangkut ke luar daerah melalui Tanjung Patikala di Kecamatan Tolala dan dijual ke Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry,” geram Saiful Razak.

Diperkirakan jumlahnya minimal 7000 wet metric ton (WMT) dan dalam waktu dekat ini kembali melakukan pengangkutan. Jika dihitung permetrik ton senilai 14 dolar, maka bisa menghasilkan minimal Rp 1,1 miliar pertongkang.

Saiful mengutarakan, tidak ada hubungan kerja sama antara PT Celebessi dengan PT Kreatif Jaya. Itu karena, PT Kreatif sudah dialihkan ke PT Kasmar setelah 97 persen sahamnya dibeli. Karena peralihan, maka pihak perusahaan harusnya melakukan pengurusan balik nama sebagaimana saran dari pihak ESDM beberapa waktu lalu.

Pihak PT. Celebessi justru lihai menghindar dari tanggung jawab pada pemerintah setempat, termasuk menyangkut persoalan jaminan reklamasi maupun CSR yang katanya sudah dibayarkan di lokasi lain yakni Desa Sulaho beberapa tahun lalu. Sementara PT Kasmar Tiar Raya di Desa Larui Kecamatan Porehu diduga tidak memiliki dokumen lengkap. Salah satunya izin pengangkutan ore yang melintas di jalan provinsi. (c/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top