Sidang Putusan Umar Samiun Digelar 27 September – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Sidang Putusan Umar Samiun Digelar 27 September

Umar Samiun bersalaman dengan Jaksa KPK usai membacakan pledoi.

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Buton nonaktif, Samsu Umar Abdul Samiun meminta majelis hakim membebaskan dirinya dari segala tuduhan. Sebab menurutnya, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK tidak berdasarkan fakta persidangan. Permintaan mantan Ketua DPW PAN Sultra disampaikan saat membacakan nota pembelaan (Pledoi) dalam lanjutan sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

Umar Samiun tak kuasa menahan air mata. Rasa haru karena menahan rasa rindu kepada keluarga yang telah terpisah selama 8 bulan itupun pecah di ruang persidangan Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat. Melalui majelis hakim dan di hadapan peserta sidang, dia menitipkan rindu kepada ibundanya, Hj Wa Ode Naria yang kini genap berusia 90 tahun.

“Izin yang mulia, saya ingin menitipkan rindu kepada ibunda, yang kini sudah berusia lanjut. Yang mulia, saya terpaksa berbohong kepada beliau. Terpaksa saya mengatakan, kalau sedang tugas ke luar kota. Saya juga titip pesan, agar keluarga bersabar dan tetap berada dijalan Allah,” kata Umar sembari menahan tangis di hadapan majelis hakim.

Dalam pembelaannya, Umar mengaku keberatan atas tuntutan JPU KPK yang menyusun tuntutan tidak berdasar fakta persidangan. Ada banyak tuntutan yang diajukan JPU tidak berkesesuaian dengan fakta hukum. “Soal permintaan uang, saya kira sudah dijelaskan oleh Arbab Paproeka. Bahwa itu bukan atas dasar permintaan resmi Akil Mochtar,” jelasnya.

Atas dasar tersebut, Umar meminta kepada majelis Hakim untuk menjatuhkan putusan bebas terhadap dirinya. “Apa yang diungkapkan dalam tuntutan JPU sangat tidak sesuai dengan substansi fakta persidangan. Jika majelis berpendapat lain maka berharap putusan seadil-adilnya,” harapnya.

Sementara, Pledoi yang diajukan oleh Penasehat Hukum (PH), Saleh SH mengungkapkan hal senada. Menurut Saleh, Jaksa terkesan memaksakan diri dalam kasus kliennya. “Apa yang ada dituntutan tidak sesuai dengan fakta persidangan. Jadi saya harap majelis hakim dapat menyimpulkan dan memutuskan hal tersebut dengan berdasar fakta persidangan. Kalau tidak buat apa kita lakukan persidangan selama ini,” ungkap Saleh.

Saleh juga menegaskan bahwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan melakukan penyuapan terhadap mantan Hakim MK Akil Mochtar, tak ada satupun bukti atau saksi yang membenarkan hal tersebut. “Dari 27 saksi yang dihadirkan oleh JPU tidak satu pun saksi yang membenarkan atau menegaskan bahwa kliennya benar-benar melakukan tidak pidana tersebut. Untuk itu kami minta kepada majelis hakim, agar dapat menjatuhkan hukuman bebas kepada terdakwa atau kalau majelis berpandangan lain, kami harap dapat memutuskan dengan adil sesuai dengan fakta persidangan,” harapnya.

JPU KPK, Kiki tidak memberikan tanggapan. Dirinya menghormati apa yang telah disampaikan terdakwa maupun PH. “Kita menghargai Pledoi yang disampaikan. Yang pasti, kami tetap pada tuntutan dan tidak mengajukan replik. Kemudian prosesnya kita serahkan kepada majelis hakim,” katanya.

Dengan tidak adanya tuntutan, Hakim Ketua Ibnu Basuki memutuskan untuk melanjutkan persidangan dengan agenda pembacaan putusan. “Dengan tidak adanya replik maka ini kembali kepada majelis hakim untuk menelaah fakta persidangan, kemudian membacakan putusan,” jelasnya. Sebelum menutup Persidangan Ibnu Basuki membacakan penundaan persidangan. “Dengan berakhirnya pembacaan pembelaan makan sidang selesai hari ini. Dan kita lanjutkan pada tanggal 27 September 2017 dengan agenda putusan,” imbuhnya. (b/yog)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top