Pemkab Kolut Mulai Pantau Aktivitas Tambang Yang Merugikan Daerah – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka Utara

Pemkab Kolut Mulai Pantau Aktivitas Tambang Yang Merugikan Daerah

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
Aktivitas perusahaan tambang yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi di Kolut semakin meresahkan pemerintah dan warga setempat.

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas sejumlah perusahaan tambang yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi di Kolaka Utara (Kolut) semakin meresahkan warga dan pemerintah kabupaten (Pemkab). Meski diduga belum mengantongi izin resmi, namun perusahaan tambang tersebut sudah berani mengeruk mineral berharga di wilayah tersebut. Bahkan telah ada yang dijual ke luar daerah.

Yang terlihat, beberapa perusahaan memang masih beroperasi di Kolut. Aktivitas tersebut dilakukan PT Kreatif Jaya pada lahan antara Desa Larui, Kecamatan Porehu dan Desa Loka, Kecamatan Tolala seluas lebih dari 1200 hektare. Namun setelah ditelusuri, lokasi tersebut telah dialihkan ke PT Kasmar Tiar Raya.

“Kami bingung dengan identitas perusahaan yang beroperasi itu. PT Kreatif yang 95 persen sahamnya diketahui milik H. Arsad. Tapi yang melakukan penambangan justru PT. Kasmar. Ada oknum aparat juga yang berjaga,” ungkap KS (47) di Kecamatan Porehu, rabu(13/9).

Perusahaan yang ada ternyata tak memiliki pelabuhan dan hanya memanfaatkan tanjung sebagai sandaran kapal tongkang. Sudah tiga armada lolos mengangkut ore nikel untuk dijual ke wilayah Morowali pada dua waktu yang berbeda. Ore tersebut diketahui milik PT. Celebessi yang mengklaim sudah punya izin pelayaran dan diketahui Syahbandar Kolut, Abrar.

Sampai kini, tidak ada satupun perusahaan yang berniat membangun smelter, sebagai syarat yang diatur  pemerintah pusat. “Pasti ada campur tangan pemerintah. Logikanya mana mungkin  perusahaan-perusahaan itu bebas mengeruk hingga mengangkut ore tanpa diketahui dan terkesan didiamkan. Saya harap pemerintah atau DPRD Kolut masih memikirkan kami, rakyatnya. Lebih baik tambang itu dihentikan atau kami yang tutup paksa,” ancam JM (32), warga Purehu.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (PMD) Kolut, Saiful Razak yang ditemui di ruang kerjanya mengaku, sudah menugaskan dua stafnya berkonsultasi ke Badan Lingkungan Hidup untuk mengusut analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) sejumlah perusahaan tambang. “Kami juga telah bertemu Kabid Pertambangan Provinsi dan melayangkan protes. Saya tanya, kok ada penambangan di Kolut, tapi pemerintah provinsi tidak memberitahukan pada kami. Salah besar itu,” geram Saiful Rasak, Rabu (13/9).

Seharusnya, jika memang perusahaan tambang yang akan mengeruk ore di Kolut, seharusnya pihaknya diberi tembusan atau sekadar pemberitahuan.  Yang membuat dia bingung, saat pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  dihubungi, terkesan melempar tanggung jawab terkait keberadaan surat izin yang dikantongi pihak Syahbandar Kolut hingga memperbolehkan perusahaan untuk melakukan pelayaran mengangkut ore.

“Contoh, PT Celebessi izinnya sudah lengkap semua. Tetapi ingat, izin terakhir yang harus dipenuhi harus melalui kami untuk diteken sebelum operasi. Tetapi kan tidak ada itu,” kesalnya. Ia juga mempertanyakan keseriusan investor di Kolut yang sudah setahun tak memperlihatkan keseriusan membangun smelter. “Menjual ore secara langsung harus ada izin khusus dari pusat untuk kuota. Harus ada pelabuhannya, tidak bisa tidak,” ujarnya.
Untuk PT Celebessi, Amdalnya diduga tak layak sebagaimana informasi yang diperoleh. “Logikanya mengapa bisa ada  dan siapa yang terbitkan. Kami tidak mau menduga lagi dan akan terjun ke lapangan secara langsung serta membuat laporan tertulis. Karena jika tidak sigap bakal kecolongan lagi, sudah ada tiga tongkang yang lolos,” kesal Saiful Rasak. (b/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top