Kandidat Satgas MAN 1 Kendari Harus Juara Kelas – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

Kandidat Satgas MAN 1 Kendari Harus Juara Kelas

Wa Ode Sitti Febriani/Kendari Pos
Personil Satgas (kiri) saat menegur salah seorang siswa MAN 1 Kendari, rabu(13/9)

KENDARIPOS.CO.ID — Genap setahun Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari mengerahkan Satuan Tugas Tata Tertib dan Kedisiplinan (Satgas) yang mengemban misi khusus, yakni menegakkan aturan madrasah. Dalam masa tugas, telah banyak pula evaluasi yang dilakukan. Terhitung tahun ajaran baru Satgas wajib diikuti para juara kelas, mulai peringkat satu sampai tiga.

Kata Kepala MAN 1 Kendari, Ma’sud Achmad, MPd, dahulu Satgas didominasi oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang dinilai punya wibawa dan disiplin tinggi, yang dibawahi langsung oleh ketua OSIS berkordinasi dengan kepala madrasah.

“Namun mulai Juli lalu, persyaratannya dibatasi. Tidak semua pengurus OSIS bisa jadi personil Satgas, melainkan mereka yang masuk peringkat satu sampai tiga di kelas masing-masing,” tegasnya.

Menurut Ma’sud, aturan baru ini diterapkan atas pertimbangan yang cukup matang. Menjalani tugas sebagai anggota Satgas tidak semudah membalikkan telapak tangan, risiko ketinggalan mata pelajaran senantiasa mengintai. Pasalnya, dalam sehari bertugas mereka dibebaskan dari kewajiban mengikuti pelajaran.

“Nah, para juara kelas selalu punya solusi untuk mengejar ketertinggalan materi dan tentu didukung guru mata pelajaran yang kooperatif,” ujarnya.

Adapun personil Satgas adalah siswa kelas 11 dan 12, yang memiliki masa tugas 6 bulan. Mereka membantu teknis kelancaran tugas guru pembina harian melalui laporan mingguan yang berisi pelanggaran. Bahkan, jika tertangkap tangan maka foto si pelanggar bakal langsung dishare ke medsos resmi Satgas. “Kebetulan kami punya grup Satgas di line yang langsung bisa diakses oleh anggota, guru pembina dan kepala madrasah,” tambahnya.

Bentuk penanganan bagi kelas 10 adalah ditindaki secara langsung oleh anggota Satgas. Sedangkan untuk kelas 12, akan dilaporkan terlebih dahulu via grup. Jika sifatnya mengancam, maka langsung ditindaklanjuti. Setiap pelanggaran ada poin dengan jumlah tertentu. Jadi, ketika sudah mencapai level 50, maka kepala madrasah akan memutuskan bentuk pembinaan terbaik bagi yang bersangkutan.

Adapun eksekusi dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling (BK). Mereka yang melanggar diwajibkan memakai rompi khusus berwarna kuning selama proses pembinaan. Disebut pembinaan dan bukan sanksi karena MAN 1 Kendari adalah lembaga pendidikan bukan lembaga hukum.

Sebagai wujud penghargaan atas tanggung jawab yang besar, anggota Satgas dibebaskan dari berbagai bentuk pembayaran resmi madrasah, baik komite maupun beberapa pembayaran lainnya. Bahkan mereka memperoleh pengecualian, diperbolehkan membawa ponsel untuk efektifnya pelaksanaan tugas. “Ini adalah tugas penting. Hanya siswa terpilih yang diberi kepercayaan menjadi anggota Satgas,” tandasnya. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top