Hakim di PN Raha Vonis Bebas Pemerkosa, Ayah Korban : Dimana Letak Keadilan ? – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Hakim di PN Raha Vonis Bebas Pemerkosa, Ayah Korban : Dimana Letak Keadilan ?

KENDARIPOS.CO.ID — Rusli, ayah korban pemerkosaan di bawah umur tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya ketika hakim PN Raha memutus bebas terdakwa Damianus Otji (48). Terdakwa pemerkosa dinyatakan bebas dalam putusan sela pekan lalu, setelah hakim mengabulkan nota keberatan yang diajukan penasehat hukum. Padahal, korban Melati (nama samaran) yang masih berumur 12 tahun itu, telah dinodai terdakwa. Bahkan, korban pingsan saat disetubuhi.

Sebagai orang tua korban, Rusli tak rela terdakwa bebas karena perbuatan bejat Damianus Otji telah menghancurkan masa depan anak kelimanya itu. “Terdakwa datang ke rumah saya dan berjanji akan mempekerjakan anak saya di rumahnya sambil disekolahkan. Anak saya dijanjikan gaji selama bekerja tapi saat ini anak saya hancur. Dia jadi pendiam, malu keluar rumah dan sudah tidak mau sekolah, kok bisa divonis bebas, dimana letak keadilan?,” ujar Rusli, Rabu (13/9). Pihak yang berkompeten di PN Raha tidak berhasil di konfirmasi. “Humas masih melakukan mediasi,” ujar salah seorang pramu tamu PN Raha, .

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Muna, Yosephus Arysepdiandoko mengatakan pertimbangan hakim membebaskan terdakwa pada putusan sela itu karena terdakwa tidak didampingi penasehat hukum pada saat ditetapkan tersangka oleh penyidik. Padahal, kata Arysepdiandoko, berdasarkan bukti surat yang dipegang JPU, sesuai berita acara pemeriksaan tersangka maupun berkas perkara dari penyidik Polsek Tongkuno, secara tegas dicantumkan dan ditandatangani oleh penasehat hukum bersama tersangka. “Hal ini menunjukan bahwa, tersangka dalam penyidikan itu sudah dipenuhi haknya sesuai ayat 1 pasal 56 KUHAP untuk didampingi dan ditunjuk kuasa hukum,” katanya.

Olehnya itu, Ary sapaan akrabnya menegaskan, JPU akan melakukan perlawanan atas putusan sela dari PN Raha itu. “Kasusnya tidak berhenti disini. Posisi status Damianus masih terdakwa. Minggu ini kita ajukan nota perlawanan ke Pengadilan Tinggi,” tegas Ary. Saat jurnalis Kendari Pos mencari tahu kronologis pemerkosaan, pendamping korban dari Yayasan Lambu Ina, Ujun mengatakan pemerkosaan itu terjadi di rumah terdakwa Domianus Otji di Kelurahan Tombula Kecamatan Tongkuno, Muna. “Kejadiannya 13 Agustus 2016. Saat itu, korban baru enam hari bekerja sebagai pengasuh anak di rumah terdakwa,” ujar Ujun, kemarin.

Ujun menambahkan Domianus Otji yang juga pengawas sekolah SD lingkup Dinas Dikbud Muna sebelum memperkosa Melati, lebih dulu melakukan pelecehan terhadap korban. “Malam itu, korban disuruh tidur lebih awal. Korban menurut, namun tengah malam pelaku masuk ke kamarnya dan meraba-raba tubuh hingga membuat korban takut,” tutur Ujun.

Keesokan harinya 14 Agustus 2016, Damianus Otji kembali melayangkan aksinya. Diduga Damianus membubuhkan obat penenang ke dalam teh yang diminum Melati. “Pelaku membentak korban dan memaksa minum teh. Saat minum teh itu, korban sempat bertanya kenapa teh pahit. Tapi pelaku menyuruh untuk menghabiskan. Karena takut korban ikut saja,” katanya.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top