Gaya Hidup Jadi Pemicu Nyeri Tulang Belakang – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Kesehatan

Gaya Hidup Jadi Pemicu Nyeri Tulang Belakang

KENDARIPOS.CO.ID — Nyeri tulang belakang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, umumnya rata-rata dialami karena usia atau penuaan. Biasanya mereka yang terkena antara usia 41-60 tahun. Di antara ruas tulang belakang, terselip jaringan lunak yang disebut diskus intervertebra atau diskus spinal. Fungsinya sebagai peredam kejut dan menjaga fleksibilitas tulang belakang untuk memudahkan semua gerakan tubuh.

Inti diskus vertebra, teksturnya lebih lembut dibandingkan sisi bagian luar (anulus), yang berfungsi melindungi inti diskus yang berupa gel yang dalam istilah kedokteran disebut nucleus pulposus. Diskus invertebra, saat masih anak-anak memiliki cairan yang cukup banyak dan fleksibel menopang ruas-ruas tulang belakang. Seiring dengan bertambahnya usia, bagian dari proses penuaan, cairan diskus mengalami penurunan. Dampaknya anulus menjadi lebih keras dan gampang pecah.

Dipicu aktivitas fisik berlebih atau trauma, diskus vertebra dapat mengalami kerusakan, berupa herniasi (tonjolan tak normal) sehingga disebut herniasi diskus vertebralis. Kondisi ini akan mengganggu saraf di sekitar tulang belakang, menimbulkan sensasi nyeri, baal atau kelemahan pada bagian lengan atau tungkai.

“Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi nyeri tulang belakang. Bahkan saat ini disebabkan karena gaya hidup,” kata pakar nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Onta Merah, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan, Selasa (12/9) lalu.

Mahdian menyebutkan beberapa faktor penyebab nyeri tulang belakang akibat gaya hidup. Di antaranya bahkan bisa dialami anak-anak. Pertama adalah tas berat. Zaman sekarang, anak-anak sekolah sering sekali membawa buku sekolah dalam jumlah banyak di dalam tas mereka. Hal itu ternyata bisa mempengaruhi nyeri tulang belakang. “Penyakit anak-anak sekolah saat ini bawa beban banyak. Mata pelajaran seminggu dibawa semuanya. Hal itu bisa menyebabkan tulang belakang beban berlebih,” kata Mahdian.

Kedua, naik gunung. Saat naik gunung, biasanya pendaki membawa beban yang banyak tanpa disertai olahraga yang cukup selama ini. Bisa membawa beban 15-20kilogram di punggungnya. “Pendaki gunung, senang mendakinya tapi olahraganya kurang. Akibatnya otot engga terlatih dengan baik. Sehingga inflamasi tulang belakang,” jelasnya.

Gadget menjadi faktor ketiga penyebab nyeri tulang Penelitian belakangan menunjukkan banyak orang di dunia mengeluhkan sakit di leher dan punggung. Setelah diteliti ternyata penyebabnya adalah terlalu lama main gadget.

Keempat adalah bentuk tempat tidur dan alas duduk. Alas tidur yang bukan datar atau melengkung seringkali menyebabkan nyeri pinggang saat bangun tidur. Begitu pula duduk terlalu lama atau alas duduk yang tidak tepat. “Sofa-sofa justru kurang bagus kadang melengkung. Malah bale atau dipan orang dulu, lebih bagus tak sebabkan sakit,” katanya.

Terakhir adalah angkat beban dan jarang olahraga. Terlalu sering angkat beban berat namun jarang olahraga bisa menyebabkan nyeri tulang belakang. Misalnya ibu-ibu yang mengangkat pot bunga atau ember. Seringkali bisa menyebabkan nyeri. (JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top