Bupati Butur : Tanah Untuk Petani, Bukan Buat Investor ! – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Buton Utara

Bupati Butur : Tanah Untuk Petani, Bukan Buat Investor !

HADRIAN INDRA MAPA/KENDARI POS
Bupati Butur, Abu Hasan (memakai helm) saat meninjau lahan yang disediakan untuk bercocok tanam pertanian organik.

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan bertemu langsung para petani, penyuluh dan kepala desa untuk menyerap aspirasi terkait kendala yang dialami saat bercocok tanam di Kecamatan Bonegunu, Rabu (13/9). Abu Hasan memaparkan secara detail program unggulan pemerintah daerah di sektor pertanian organik. Ia menjelaskan, program pembangunan terus diletakkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah telah berkomitmen menjadikan Butur sebagai lumbung pertanian organik. Olehnya itu, semua lahan tidur harus dibersihkan dan dimanfaatkan. Pemerintah tengah menggagas akan memberikan bantuan dana untuk petani dalam membiayai pembukaan lahan pertanian organik. Satu hektar diberikan bantuan Rp 2,5 juta dalam anggaran perubahan tahun 2017.

“400 hektar lahan tidur khususnya di samping jalan akan diberi bantuan dana stimulus. Rencana ini akan direalisasikan dalam anggaran perubahan”, janji Abu Hasan. Mantan Kadis Pemuda dan Olahraga Butur itu berharap, semua kepala desa memberikan kontribusi mewujudkan daerah yang dipimpinnya menjadi lumbung pangan organik dengan mengalokasikan alokasi dana desa untuk membiayai pembukaan lahan.

Menurutnya, nilai jual pangan organik khusus beras sangat mahal, dihargai hingga Rp 40 ribu perliter. “Ini kesempatan terbaik. Upaya pemerintah memasarkan hasil pertanian organik Butur telah sampai di Jerman. Beberapa negara di eropa telah mengajukan pemesanan beras organik. Namun belum bisa kita sanggupi karena jumlahnya banyak”, terang Abu Hasan.

Ia menegaskan, akan fokus membuka pertanian padi dan ladang organik. Itu akan dijadikan komoditi unggulan Butur. “Saya menolak semua tawaran investasi investor tambang, kelapa sawit, karena tak ingin pribumi menjadi penonton di daerahnya sendiri. Tanah untuk petani, bukan buat investor”, tandasnya. (c/had)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top