Disperindag Sultra Pantau Barang Tak Layak Edar – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Disperindag Sultra Pantau Barang Tak Layak Edar

Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Sultra, Sutomo saat memeriksa produk di salah satu pusat penjualan. Foto : ELYN IPO / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Pengawasan peredaran barang dan jasa di Sultra terus ditingkatkan. Pertumbuhan ekonomi yang terus naik menjadi salah satu alasan mengapa Sultra menjadi pangsa pasar empuk untuk peredaran baik barang dalam negeri maupun luar negeri. Olehnya itu, Dinas Perdagangan Sultra melakukan pengawasan langsung dibeberapa supermarket di Kota Kendari, Selasa (12/9).

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Dinas Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sutomo mengatakan pengawasan itu dilakukan berangkat dari kekhawatiran bersama terkait potensi adanya barang-barang ilegal yang masuk di Sultra. Sebab dibeberapa daerah di Indonesia hal itu sudah terjadi. Sehingga perlu adanya langkah cepat untuk mengatasi hal itu. “Ini bagian dari tugas kita untuk perlindungan konsumen. Karena kita khawatirnya ada barang-barang tanpa berlabel standar nasional Indonesia (SNI), tanpa manual garansi atau tanpa label produk. Ini parameternya kalau barang itu layak atau tidak,” ujar Sutomo, kemarin.

Pada pengawasan lapangan kali ini, Disperindag Sultra baru memprioritaskan pengecekan pada empat produk yakni lampu listrik, mainan anak-anak, regulator gas, dan kompor gas. Empat jenis itu kata Sutomo, dimungkinkan ada zat-zat yang mengancam kesehatan konsumen dan terbuat dari bahan tidak berkualiatas. “Ada 120 produk yang wajib punya SNI, tapi empat itu dulu yang kita prioritaskan (pengawasannya) karena berpotensi tidak bagus. Misalnya mainan anak-anak yang dari berbahan karet atau mengandung air. Itu bisa saja ada zat-zat yang berbahaya,” ungkapnya.

Sayangnya, hasil pantauan itu belum bisa disimpulkan. Sebab, Disperindag harus lebih dulu membawa sampel barang-barang itu di laboratorium terakreditasi. “Temuan kami masih dalam tahap pengamatan kasat mata. Hasilnya harus dilakukan uji laboratorium yang terakreditasi, baru ada kesimpulan. Pantauan kasat mata ini misalnya barang berlabel SNI, dan ada garansi, tapi tetap kita kirim ke Jakarta dulu untuk diperiksa kualitasnya, dicocokan SNI-nya. Setelah itu baru kita putuskan tindakan apa yang diambil jika terdapat pelanggaran,” paparnya. Selain kualitas barang disejumlah supermarket yang didatangi, Disperindag juga memeriksa izin kepemilikan dan penjualan barang-barang impor. (ely/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top