BI Sultra Hadirkan Program Urban Farming Untuk Tekan Inflasi – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Ekonomi & Bisnis

BI Sultra Hadirkan Program Urban Farming Untuk Tekan Inflasi

Wa Ode Sitti Febriani/Kendari Pos
Kepala BI Sultra, Minot Purwahono, (tengah) bersama kelompok tani dan dasa wisma pengembang Urban Farming.

KENDARIPOS.CO.ID — Lonjakan harga komoditi sayuran yang memicu inflasi beberapa waktu lalu, jadi perhatian Bank Indonesia (BI) Sultra. Makanya, aksi massive pun benar-benar digencarkan, salah satunya program Urban Farming yang menggaet masyarakat sebagai mitra dalam menekan angka inflasi, dengan menanam sayuran secara mandiri memanfaatkan pupuk buatan sendiri.

Kepala BI Sultra, Minot Purwahono menerangkan, Urban Farming adalah program yang dikembangkan oleh BI Sultra bekerjsama dengan Pemerintah Kota Kendari. Beberapa waktu lalu, pelatihan 2 hari telah digelar sukses dengan menghadirkan kelompok wanita tani se Kota Kendari. Disini, masyarakat diarahkan untuk memanfaatkan secara maksimal lahan terbatas di perkotaan untuk hasilkan tanaman pangan rumah tangga.

“Sekarang kita sudah bisa melihat hasilnya yang luar biasa. Semua tambah semangat menanam sayuran di pekarangan dengan pupuk organik buatan sendiri, karena memang hasilnya sangat terlihat. Apalagi, teknologinya simpel memanfaatkan sampah rumah tangga tidak terpakai,” terangnya.

Untuk sementara, program fokus dalam kawasan Kota Kendari, berbeda dengan program petani kelompok yang sejak lama dikembangkan oleh petani Konawe dan Konsel untuk hortikultura dan padi serta Kolaka Timur khusus kelompok petani kakao. Khusus Urban Farming, salah satu praktisi pertanian sengaja dihadirkan untuk membina masyarakat (pembuatan pupuk).

Nanti, sambung Minot, BI bakal melakukan survei kembali kendatipun laporan positif terus berdatangan, dibuktikan dengan makin banyak yang ikut mengembangkan program. Makanya ia bertekad, ke depan masyarakat akan didorong untuk memproduksi pupuk secara mandiri dalam partai yang lebih besar (non komersiil), dengan catatan hanya untuk dijual ke para petani sayuran dan ibu rumah tangga. “Kan tujuan utamanya untuk menaikkan kesadaran menanam sayuran demi menekan inflasi,” singkatnya.

Minot berharap, para ibu dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk menanam sayuran dan memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Jadi, tidak perlu bergantung ke pasar yang berimbas pada tetap stabilnya harga sayuran di pasar. Lebih jauh, angka inflasi yang merugikan masyarakat tidak terpancing naik.

Ketua Kelompok Tani Al Mukhlis, Nurfajri Isnawati menyambut hangat program Urban Farming. Ia akui, sudah sejak lama mengikuti program serupa namun tidak bertahan lama akibat pembinaan yang kurang maksimal kendatipun menanam sudah jadi jiwa kelompok yang digawanginya. Setelah mendapat pelatihan dari BI dan hasilnya benar-benar terlihat, semua pun makin bersemangat.

Kelompok Tani Al Mukhlis bersama kelompok Dasa Wisma Sejahtera Kelurahan Wundudopi Kecamatan Baruga bergerak sama-sama. Personilnya capai 20 ibu rumah tangga dan sangat antusias.

Kebetulan Nurfajri dan beberapa rekannya adalah guru mengaji sehingga seluruh muda-mudi dirangkul untuk sukseskan program. “Jangan cuma main gitar di jalan ayo kita menanam. Kalau ada pelatihan lagi, mereka yang akan kita ikutkan,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Dasa Wisma Sejahtera, Andi Wahyupik mengakui, peserta pelatihan BI telah menindaklanjuti program dengan maksimal. “Saya yang notabene tidak ikut pelatihan saja akhirnya diajak untuk menyukseskan program,” singkatnya.

Ia pun bercerita sekilas, pupuk yang diproduksi untuk menyuburkan tanaman sudah mampu dibuat sendiri. Bahkan air kelapa pun bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pupuk, termasuk sampah-sampah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan. Jadi, semua dikumpulkan sebagai bahan baku. Ia harap, makin banyak yang mengembangkan program serupa. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top