Setnov Mangkir, KPK Layangkan Panggilan Kedua – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Nasional

Setnov Mangkir, KPK Layangkan Panggilan Kedua

Setya Novanto

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana KPK memeriksa Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Senin (11/9) batal terlaksana. Pejabat yang akrab dipanggil Setnov itu tidak memenuhi panggilan karena sakit. Menyikapi hal itu, KPK akan segera melayangkan panggilan kedua. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan pimpinan KPK telah mengirimkan surat ke penyidik. Isinya, meminta penyidik segera melayangkan surat terkait pemanggilan lanjutan kepada Setnov. ”Sudah ada putusan, akan ada pemanggilan kedua,” kata Laode di sela-sela rapat bersama Komisi III DPR.

Soal desakan agar KPK melakukan pemanggilan paksa, hal itu menurut Laode belum perlu untuk dilakukan. Sebab, Setnov menyatakan ketidakhadirannya karena sakit. ”Jangan terburu-buru panggil paksa,” kata Laode. Menurut Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Setnov sakit sejak Minggu (10/9). Pejabat yang juga menduduki posisi ketum DPP Partai Golkar itu mengalami gangguan fungsi ginjal setelah gula darahnya naik. “Ternyata juga ada pengaruh dengan jantung,” ungkap Idrus kemarin.

Dokter Rumah Sakit Siloam Semanggi yang menangani Setnov, kata Idrus, yang merekomendasikan agar mantan ketua fraksi Partai Golkar itu tidak hadir. Baik dalam agenda pemeriksaan oleh KPK, maupun sidang gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan hari ini. ”Kehadiran kami untuk menyampaikan surat serta keterangan dokter,” ujarnya. Senin, Idrus datang ke Gedung Merah Putih KPK bersama Badan Advokasi Partai Golkar dan Tim Kuasa Hukum Setnov. Dia datang setelah bertemu dokter yang menangani Setnov. Berdasar keterangan yang dia sampaikan, belum diketahui sampai kapan Setnov harus dirawat. Yang pasti, sambung dia, Setnov dirawat inap sejak Minggu. Idrus pun menyampaikan bahwa Setnov punya riwayat sakit gula darah. ”Kami ketahui sudah lima tahun,” imbuhnya.

Perkara penyakit tersebut kambuh sehari jelang pemeriksaan oleh KPK, dia enggan banyak komentar. Sebab, informasi yang dia terima gula darah Setnov kembali naik pasca melakoni aktivitas olahraga. Dia memastikan surat tersebut disampaikan sesuai prosedur yang berlaku. Karena tidak hadir dengan alasan sakit, prosedur itu harus dilalui. ”Sehingga pertanggungjawaban secara medis juga harus jelas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia mempertanyakan kedatangan Idrus ke kantor KPK. ”Kenapa yang datang menyampaikan bahwa SN (Setnov) sakit adalah Idrus Marham,” kata Doli. Menurut dia, hal itu berpotensi memunculkan kecurigaan publik. Sebab Idrus bukan kuasa hukum Setnov. Doli juga mempertanyakan alasan ketidakhadiran Setnov dalam pemeriksaan kemarin. Sebab, dia mendapat informasi bahwa Setnov baik-baik saja.

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andrianti memastikan, penyidik KPK bakal mendatangi RS Siloam Semanggi untuk memastikan bahwa Setnov benar-benar tengah dirawat di RS tersebut. ”Penyidik akan melakukan langkah-langkah yang sah secara hukum. Termasuk pengecekan,” ujarnya.

Perempuan yang akrab dipanggil Yeye itu pun menyampaikan, KPK bakal kembali menjadwalkan pemanggilan Setnov untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Namun, dia belum bisa memberikan keterangan pasti soal informasi tersebut. Yang jelas, penyidikan maupun proses lain dalam penanganan kasus itu terus berlanjut. (bay)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top