Saksi Dugaan Penyalahgunaan Limbah, GM PT.GKBT Diperiksa Penyidik Polda – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Saksi Dugaan Penyalahgunaan Limbah, GM PT.GKBT Diperiksa Penyidik Polda

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Didik Erfianto

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidikan dugaan penyalahgunaan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) jenis slag oleh PT.Galangan Kapal Bontuni Tirtamas (GKBT) diintensifkan penyidik. Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra memeriksa General Manager (GM) PT.GKBT, Abdul Rahcman dan salah seorang karyawan bernama Syamsudin. Keduanya diminta keterangannya sebagai saksi.

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Didik Erfianto membenarkan pemeriksaan GM PT.GKBT dan salah seorang karyawan. Pemeriksaan itu kata AKBP Didik Erfianto sebagai upaya penyidik untuk mengetahui proses perlakuan slag atau limbah pengolahan nikel yang digunakan.

Soal apa yang ditanyakan penyidik, AKBP Didik Erfianto belum mau berbagi informasi. Yang jelasnya, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui izin penggunaan slag tersebut karena dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup, pemanfaatan slag yang dianggap sebagai limbah B3, harus memiliki izin pemanfaatan maupun penyimpanannya. “Ada beberapa saksi yang kami periksa. Pokoknya masih penyidikan,” kata AKBP Didik Erfianto, Senin (11/9).

Proses pemeriksaan saksi dari internal PT.GKBT masih akan terus dilakukan. Setelah itu, penyidik akan berkoordinasi dengan pihak Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait limbah B3 ini. Hal ini penting, mengingat izin pemanfaatan limbah B3 ini harus dikeluarkan oleh Dirjen KLH. “Iya nanti ke arah itu juga (koordinas Dirjen,red). Kalau sekarang ini, kita fokus periksa saksi di perusahaan itu dulu,” beber AKBP Didik Erfianto.

Untuk diketahui, limbah B3 yang dimanfaatkan PT.GKBT di Kelurahan Mata Kota Kendari digunakan untuk pembersihan lambung kapal yang berbahan fiber dan besi. Idealnya, pemanfaatan limbah B3 sebagaimana diatur dalam UU Lingkungan Hidup harus memenuhi izin. Diantaranya izin penyimpan, izin pengangkutan dan izin pemanfaatan.(ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top